Mengapa Kita Harus Beribadah....?

Seorang remaja bertanya kepada Ayahnya: "Ayah, Untuk apa kita harus mendirikan Sholat/ beribadah, toh manusia juga masih terus berbuat Dosa dan Maksiat.... Sang Ayah Tersenyum dan menjelaskan secara Bijak: 
"Anakku..Ibarat kamu mengambil air di sungai yang jernih mengunakan keranjang bambu berlubang... Meskipun keranjang tersebut telah kamu gunakan untuk membawa pasir... Keranjang Tersebut akan bersih kembali ketika kamu isi dengan air sungai tadi.

Memang air sungainya tidak bisa ditampung, namun keranjang tersebut pasti menjadi bersih, karena kita selalu membasuhnya dengan air sungai tadi... Demikianlah manusia itu bagaikan keranjang pasir tadi, dan sholat adalah bagaikan air sungai yang bersih... Manusia tak luput dari dosa dan noda...tapi Insya Allah akan selalu dan selalu dibersihkan dengan basuhan Sholat...Hingga kelak Sang PEMILIK akan mengambilnya Kembali..." .

Demikian si Ayah bijak menyampaikan kepada anaknya yang manggut- manggut sambil berucap "Alhamdulillah, terima kasih Ayah...mantap hatiku sekarang beribadah"

Pesan Rosulullah sebelum Kita Tidur

Sebelum tidur, Rasulullah SAW berpesan kepada Putri beliau, Fathimah as :







"Ya Fathimah jangan engkau tidur sebelum melakukan empat perkara, yaitu :
  1. Sebelum khatam Al Qur'an
  2. Sebelum membuat para Nabi memberimu syafaat di hari akhir
  3. Sebelum para muslim meridhoi kamu
  4. Sebelum kau laksanakan haji dan umroh
Bertanya Fathimah : "Wahai ayahku.. Bagaimana aku dapat melaksanakan empat perkara seketika?" Rasul tersenyum dan bersabda :"Jika engkau tidur bacalah :
  1. Al Ikhlas 3 kali seakan-akan kau mengkhatamkan Al Qur'an." Bismillaahir rohmaanir rohiim, Qulhualloohu ahad' Alloohushshomad' lam yalid walam yuulad' walam yakul lahuu kufuwan ahad' (3x).
  2. "Membaca sholawat untuk ku dan para nabi sebelum aku, maka kami semua akan memberi syafa'at di hari kiamat“. Bismillaahir rohmaanir rohiim, Alloohumma shollii 'alaa Muhammad wa Aali Muhammad wa shalli 'ala Jami'il anbiyai wal mursalina wa 'ibadukas Shalihin.“
  3. "Beristighfarlah untuk para muslimin maka mereka akan meridhoi kamu“. Allahummaghfirlil Mukminina wal Mukminat wal Muslimina wal Muslimat.. (3x).
  4. "Perbanyaklah bertasbih, bertahmid, bertahlil, bertakbir maka seakan - akan kamu telah melaksanakan ibadah haji dan umroh“.
Bismillaahir rohmaanir rohiim, Subhanalloohi Walhamdulillaahi walaailaaha illalloohu alloohu akbar (3x).

Sang Penghuni Surga

Imam Al-Ghazali dalam salah satu kitabnya, yaitu Ihya' Ulum al-Din menceritakan bahwa suatu saat ketika ia mengarang kitab ada seekor lalat yang terbang mendekat dan hinggap di tinta penanya. pertama al-Ghazali bermaksud mengusir lalat tersebut karena merasa terganggu. Namun kemudian ia sadar bahwa lalat tersebut sedang kehausan, maka dibiarkanlah lalat itu minum sepuasnya dari tinta al-Ghazali. setelah lalat tersebut hilang dahaganya, ia lantas terbang entah kemana.

Malam harinya al-Ghazali bermimpi bahwa ia dihisab di padang mahsyar dan pengadilan akhirat memutuskan untuk memasukkan al-Ghazali di surga. saat itulah muncul suara yang menggema dan berwibawa; "Wahai Ghazali, menurutmu amal apa yang menyebabkan engkau masuk golongan ahli surga?" al-Ghazali menjawab; "Engkau lebih tau ya Allah,tetapi kalau aku boleh menebak, maka kitab-kitab karangankulah yang menyebabkan semua ini" Suara itu berkata; "Bukan wahai Ghazali, karanganmu memang banyak, kitabmu berjilid-jilid, tetapi yang menyebabkan beratnya timbangan pahalamu adalah seekor lalat yang Engkau biarkan minum ketika ia kehausan"

Sekelumit kisah yang akhirnya diabadikan al-Ghazali dalam ihya' tersebut memberi kita hikmah bahwa hanya karena membiarkan lalat yang kehausan untuk minum saja menjadikan sebab seseorang masuk surga, apalagi memberi shodaqoh bagi sesama yang benar-benar membutuhkan. maka, tidak berlebihan ketika Nabi dalam salah satu haditsnya bersabda: "Surga selalu merindukan kepada empat golongan manusia yaitu : pembaca al-qur'an, penjaga lisan, pemberi makan orang yang kelaparan, dan orang yang berpuasa ramadhan"

Filosofi Gerakan Sholat

Sholat yang telah Kita lakukan selama ini tentu bukan sekedar kewajiban, namun juga merupakan kebutuhan untuk jiwa kita. Merupakan sarana agar kita dapat menjalin hubungan dengan erat dengan sang Maha Pencipta. Dibalik itu semua, terdapat filosofi yang luar biasa dari gerakan- gerakan sholat yang Kita lakukan sehari- hari.

1. Takbiratul Ihram (Awal dan Akhir)
Pengawalan segala sesuatu, sebagaimana hidup dimulai kelahiran, sesuatu yg ada pasti ada awalnya. Dengan keimanan kita yakin bahwa semuanya berawal dari Allah. Maka dengan takbir kita mengembalikan kepada segala aktivitas kita adalah karena Allah. Takbiratul Ihram sebagai starting point sholat, simbol starting perjalan hidup. Bermakna penyerahan totalitas pada yang Maha Awal bahwa karenaNya kita ada dan karenaNYa kita melakukan perjalanan hidup.

2. Berdiri (Gerak Perjalanan)
Berdiri lambang siap berjalan menjelajahi kehidupan, karena jika duduk dan berdiam kita tidak mungkin bisa berjalan. Tegak artinya kehidupan harus ditegakkan (ditumbuhkan) pada ruang waktu, iman harus ditegakkan, akhlak harus ditegakkan, amalan pribadi dan amalan sosial juga harus ditegakkan. Sebagai mana sabda rosulullah : “Sholat adalah tiang agama (agama didirikan/ ditegakkan oleh sholat)”.

Dalam tegak berdiri, posisi kepala tunduk, artinya dalam perjalanan hidup akan tunduk dan patuh pada segala hukum dan kehendak Allah. Kedua tangan mendekap  ulu hati, simbol bahwa hati harus selalu dijaga kebersihannya dalam perjalanan hidup.

Guru yang Terbaik

Kita tentu masih ingat sosok Guru terbaik saat dulu kita masih sekolah, seorang Guru yang memberi inspirasi untuk selalu belajar dan melakukan yang terbaik. Guru tersebut selalu memberikan tantangan bagi Kita untuk terus maju, lebih dari Guru lainnya. Awalnya…., mugkin tantangan itu terasa tidak adil, bahkan kadang dianggap “kejam”. Namun sekarang…, Kita tentu akan memandang berbeda. Kita lebih memandangnya dengan rasa hormat dan percaya, bahwa karena tantangan itulah kita bisa maju seperti sekarang.

Saat ini masih ada sosok “Guru Hebat” yang selalu mengajari Kita. Dan Guru Terbaik itu adalah ‘Kehidupan’. Ia adalah Guru yang Terbaik. Namun pelajaran yang Ia berikan sering keras, tajam, dan kadang kejam. Disana ada banyak kekecewaan, kesedihan, kebingungan, bahkan rasa lelah dalam pengajarannya.

Namun di luar segala pelajaran itu, renungkanlah…. Bahwa Guru yang selalu bersama Kita telah membentuk diri kita menjadi seperti sekarang ini. Ia telah mengajarkan arti kerja keras untuk mendapatkan tujuan, mengajarkan arti kesabaran saat harapan tak sesuai dengan kenyataan, mengajarkan arti kasih sayang untuk memberikan yang terbaik, dan mengajarkan arti keimanan, bahwa Kita hanyalah seorang makhluk yang kecil dan tidak bisa berbuat apa- apa, kecuali atas izin dan pertolongan dariNya.

Gratis Sepanjang Masa

Suatu sore seorang anak menghampiri Ibunya di dapur sambil menyerahkan selembar kertas yang telah ditulisinya. Setelah sang Ibu mengeringkan tangannya dengan celemek, ia pun membaca tulisan itu dan inilah isinya…………………
  • Untuk memotong rumput Rp 2000.
  • Untuk membersihkan kamar tidur minggu ini Rp 3000.
  • Untuk pergi di Toko disuruh Ibu Rp 2000.
  • Untuk membuang sampah Rp 1000.
  • Untuk menyapu halaman Rp 2000.
Jadi jumlah utang Ibu adalah Rp 10000.
Akhirnya sang Ibu memandang si Anak dengan penuh kasih sayang, kemudian berbagai kenangan terlintas dalam benak sang Ibu. Lalu Ia mengambil pulpen, menuliskannya dan memberikan kertas itu kepada si Anak. Dan inilah yang Ia tuliskan….
  • Untuk 9 bulan Ibu mengandung, GRATIS
  • Untuk semua malam yang Ibu lewati untuk menemani kamu, GRATIS
  • Untuk mengobati dan mendoakan kamu setiap hari, GRATIS
  • Untuk semua kesusahan & air mata yang mengalir untuk merawat kamu, GRATIS
Jika dijumlahkan semua, harga cinta Ibu adalah gratis, Anakku…. Dan kalau kamu menjumlahkan semuanya, akan kau dapati bahwa cinta yang Ibu berikan adalah tulus dan tanpa mengharap apapun. Seusai membaca Apa yang ditulis Ibunya, air mata sang anak pun mengalir di pipinya, kemudia Ia langsung memeluk erat sang Ibu, mengambil pulpen dan segera menulis kata LUNAS. 

Temaan, ada banyak hal berharga di Dunia ini yang tidak bisa dinilai dengan uang. Dan cinta serta kasih sayang yang telah orang tua berikan tidak bisa dibayar dengan apapun, kecuali dengan berbakti dan membahagiakan hati mereka sekarang.

Anugrah yang Paling Berharga

Ada sebuah telaga indah yang airnya sejuk, jernih, dan tenang. Permukaannya berkilauan, bukan hanya karena memantulkan sinar rembulan, namun juga karena adanya batu- batu pualam yang berada di dasarnya yang juga memancarkan cahaya. Kedamaian selalu menyelimutinya. Namun sayangnya, telaga itu tak mudah dijangkau. Ia terletak di tengah hutan lebat yang dipagari oleh semak berduri, pepohonan tinggi dan binatang buas yang siap menghadang setiap langkah kesana. Namun siapapun yang mampu menemui dan meneguk keindahannya, maka raja rimba pun akan tunduk kepadanya.

Tahukah Engkau apa “Telaga” itu…..?

Telaga itu adalah hati nurani kita, yang senantiasa menyerukan ketentraman batin dan ketenangan jiwa. Kesejukan tegukan airnya memberi makna yang dalam bagi hidup ini. Sedangkan “rimba lebat yang penuh dengan onak dan ganasnya binatang buas” adalah emosi dan hawa nafsu yang selalu menyelimuti hati ini. Tanpa disadari… Ia pun dapat melukai dan menjerumuskan kita. Namun bila kita telah menemukan suara hati itu, maka ketentraman batin dan ketenangan jiwa tentu akan menyelimuti hati. Berjuanglah untuk menemukan “telaga jernih” milik Kita dan itulah yang akan menjadi “Anugrah Paling Berharga” yang Kita miliki.

“Sesungguhnya Allah Ta'ala tidak memandang bentuk tubuhmu dan tidak pula pada kedudukan dan  harta kekayaanmu, tetapi Allah memandang pada hatimu. Barangsiapa memiliki hati  yang baik dan shaleh, maka Allah menyukainya. Dan Bani Adam yang paling dicintai Allah ialah yang paling bertakwa. (HR. Ath-Thabrani dan Muslim).

Datangnya Pertolongan dari Allah

Seringkali kita mengira apa yang telah terjadi adalah akhir dari segalanya. Namun ternyata pertolongan Allah selalu ada. Berapa kali Kita merasakan jalan telah buntu? Namun ternyata kebahagiaan, kebaikan, dan keberhasilan telah datang untuk Kita. "Katakanlah Allah menyelamatkan kamu dari bencana itu dan dari segala macam kesusahan.' (QS. al-An'am : 64). Segala kemudahan datangnya dari Allah. Tidak ada daya dan upaya Kita, kecuali hanyalah Allah yang menentukan segalanya. Ibnu Taimiyah menyebutkan "Dengan 'La haula wa la quwata ila billah" 'Tiada daya dan tiada upaya kecuali hanya Allah', semua beban bisa ditangguhkan, semua bencana bisa diatasi dan semua kesulitan mendapatkan kemudahan.

Abu Dzuaib al-Huzali saat ke delapan anaknya meninggal dunia dalam waktu satu tahun. Ditengah derita, dirinya percaya dan berserah diri hanya kepada Allah, dalam doa yang dipanjatkan : "Ya Allah, Engkau ambil ke delapan anakku sebelumnya Engkau memberikannya kepadaku, maka berikanlah aku kekuatan dan ketabahan agar aku mampu mensyukuri setiap apapun yang Engkau berikan & Engkau ambil dariku". Bagi dia hanya kehilangan sebagian kecil saja dari keseluruhan nikmat yang diterimanya, maka tidak berapa lama Allah menggantikan dengan memberikan anak-anak yang sholeh untuknya.

Demikian juga ketika Raja Namrud melempar Nabi Ibrahim Alaihi Salam kedalam api yang berkobar, namun api tidak mampu membakar tubuh Beliau semua itu terjadi karena pertolongan Allah. "Wahai Api! Jadilah kamu dingin dan penyelamat bagi Ibrahim."(QS. al-Anbiya' : 69). Oleh karena itu, janganlah merasa terhimpit sedetikpun karena setiap keadaan akan selalu berubah. Sebaik-baiknya kemuliaan dalam hidup kita adalah bersabar menanti datangnya pertolongan Allah. Betapapun membutuhkan waktu untuk bersabar hari demi hari, malam demi malam, dan walaupun disetiap tetes air mata yang telah mengering. Yakinlah..., Allah mengerti apa yang terbaik dan Ia pasti memberikan pertolonganNya untuk Kita.

Terimakasih kepada Pak Agussyafii atas pencerahan yang telah diberikan.

Keutamaan PUASA SYAWAL, setelah usai Ramadhan

Sepuluh jari sudah tersusun rapi. Bunga melati pengharum diri. Niat kami setulus hati. Tuk mohon maaf dihari yang fitri. Minal aidzin wal faidzin ya..? Alhamdulillah… Puasa Ramadhan telah kita lalui. Semoga amal ibadah kita diterima disisiNya dan diberi umur yang panjang agar diberi kesempatan untuk mencicipi nikmatnya bulan Ramadhan tahun depan. Amiin…

Setelah bulan Ramadhan usai, tibalah bulan yang tak kalah hebatnya, yaitu bulan syawal. Nah..!! Bicara tentang bulan syawal. Banyak teman saya yang bilang kalau ini adalah “bulan pembalasan”. Karena setelah sebulan menahan lapar dan dahaga di bulan Ramadhan, pada bulan syawal inilah saat untuk “balas dendam”, bebas makan makanan apapun. Dan merupakan “zona penggendutan”, karena pada bulan ini banyak makanan bertebaran dimana- mana, “katanya”. Hehehe... Smg kita tidak demikian ya..? Bagi orang- orang yang telah tahu. Tentu akan memanfaatkan bulan ini dengan lebih baik, yaitu dengan melaksanakan “puasa syawal”.

Dari Abu Ayub ra, Rosulullah bersabda : "Barangsiapa berpuasa penuh di bulan Ramadhan, lalu menyambungnya dengan (puasa) 6 hari di bulan Syawal, maka (pahalanya) seperti berpuasa selama 1 tahun . (HR. Muslim). Mengapa pahalanya bisa menjadi 1 tahun..?

Imam Ahmad dan An-Nasa'i, meriwayatkan dari Tsauban, bahwa rosulullah saw bersabda: "Puasa Ramadhan (ganjarannya) sebanding dengan (puasa) 10 bulan, sedangkan puasa 6 hari (di bulan Syawal) pahalanya sebanding dengan (puasa) 2 bulan, maka itulah bagaikan berpuasa selama 1 tahun penuh." ( Hadits riwayat Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban dalam "shahih" mereka.). Lantas bagaimana menjalankan puasa syawal tersebut...? Dikutip dari Al Minhaj shahih muslim, bahwa puasa melaksanakan puasa syawal itu :
  1. Selama 6 hari di bulan syawal, lebih utama dilaksanakan di awal dan lebih utama dilakukan secara berurutan,
  2. Diusahakan untuk menunaikan qadha (hutang) puasa terlebih dahulu, karena qadha merupakan kewajiban dan puasa syawal hukumnya adalah sunah.
 Beliau saw juga bersabda,” Maukah Engkau aku tunjukkan pintu- pintu kebaikan? Rosul menjawab :
  1. PUASA sebagai perisai, 
  2. Sedekah sebagai penghapus kesalahan, sebagaimana air memadamkan api, dan 
  3. Shalatnya seseorang di tengah malam.” (H.R Tirmidzi).
Puasa dalam hadits ini merupakan perisai bagi seorang muslim baik di dunia maupun di akhirat. Di DUNIA, puasa adalah perisai dari perbuatan- perbuatan maksiat, sedangkan di AKHIRAT adalah perisai dari api neraka. Rasulullah saw juga bersabda dalam hadits Qudsi: “Dan senantiasa hamba-Ku mendekatkan diri kepadaKu dengan amalan- amalan sunnah sehingga Aku mencintainya.” (HR. Bukhari). Nah, jika IA sudah mencintai kita. Tentu kita akan lebih nyaman dan tentram hidup di Dunia ini. Senantiasa diberi ketabahan dalam menghadapi setiap cobaan, dibukakan pintu- pintu ilmu yang bermanfaat, dan diberi rezeki yang tak terduga. Amiin..

Hidup hanya sebentar. Sayang… Jika harus menjalaninya dengan “biasa- biasa” saja. So, lakukanlah yang terbaik.

Renungan Batas antara Surga dan Neraka

Jika seorang manusia diberi kesempatan untuk berkomunikasi dengan Tuhannya, ia mungkin akan berkata : “Tuhan ijinkan saya untuk dapat melihat seperti apakah Neraka dan Surga itu”.

Kemudian Tuhan membimbing manusia itu menuju ke dua buah pintu dan kemudian membiarkannya melihat ke dalam.

Pada salah satu pintu, di tengah ruangan terdapat sebuah meja bundar yang sangat besar, dan di tengahnya terdapat semangkok sup yang beraroma sangat lezat yang membuat manusia tersebut mengalir air liurnya. Meja tersebut dikelilingi orang-orang yang kurus yang tampak sangat kelaparan. Orang-orang itu masing-masing memegang sebuah sendok yang terikat pada tangan masing-masing. Sendok tersebut cukup panjang untuk mencapai mangkok di tengah meja dan mengambil sup yang lezat tadi. Tapi karena sendoknya terlalu panjang, mereka tidak dapat mencapai mulutnya dengan sendok tadi untuk memakan sup yang terambil. Si Manusia tadi merinding melihat penderitaan dan kesengsaraan yang dilihatnya dalam ruangan itu.

Tuhan berkata,

"Menulis di Atas Pasir.... Mengukir di Atas Batu"

Ada sebuah kisah tentang sepasang suami istri yang sedang berjalan melintasi gurun pasir. Di tengah perjalanan, mereka bertengkar dan suaminya menghardik istrinya dengan sangat keras. Istri yang kena hardik merasa sakit hati, tapi tanpa berkata- kata. Dia hanya menulis di atas pasir : “HARI INI SUAMIKU MENYAKITI HATIKU”.

Mereka terus berjalan, sampai mereka menemukan sebuah oase dimana mereka memutuskan untuk mandi. Si Istri mencoba berenang namun nyaris tenggelam dan berhasil diselamatkan suaminya. Ketika dia mulai siuman dan rasa takutnya hilang , dia menulis di sebuah batu : “HARI INI SUAMIKU YANG BAIK MENYELAMATKAN NYAWAKU”

Suami bertanya : “Kenapa setelah Aku melukai hatimu, engkau menulisnya di atas pasir dan sekarang kamu menulis di atas batu ?” 

Istrinya sambil tersenyum menjawab : “Ketika hal buruk terjadi, kita harus menulisnya di atas pasir agar angin maaf datang berhembus dan menghapus tulisan itu dan aku bisa melupakannya... Dan bila sesuatu yang baik dan luar biasa diperbuat suamiku, aku harus memahatnya di atas batu hatiku, agar tidak bisa hilang tertiup angin waktu dan akan kuingat selamanya."

Temaan, dalam hidup ini pasti ada perbedaan pendapat dan konflik karena sudut pandang yang berbeda. Terkadang malah sangat menyakitkan, oleh karenanya cobalah untuk saling memaafkan dan melupakan masalah yang lalu. Yang terpenting adalah : "Belajarlah untuk selalu BISA MENULIS DI ATAS PASIR untuk semua hal yang MENYAKITKAN dan selalu MENGUKIR DI ATAS BATU untuk semua KEBAIKAN ". Semoga kita semua mengerti betapa berharganya sebuah "KELUARGA”.


Hidup itu Sangat Sederhana

Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut. ”Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik.”

Ada seorang anak menjadi murid di toko sepeda. Suatu saat ada seseorang yang mengantarkan sepeda rusak untuk diperbaiki di toko tsb. Selain memperbaiki sepeda tsb, si anak ini juga membersihkan sepeda hingga bersih mengkilap. Murid- murid lain menertawakan perbuatannya. Keesokan hari setelah sang empunya sepeda mengambil sepedanya, si adik kecil ditarik/diambil kerja di tempatnya. ”Ternyata untuk menjadi orang yang berhasil sangat mudah, cukup punya inisiatif sedikit saja.”

Kecantikan Sejati

Suatu pagi seorang gadis berkata pada Ibunya:
"Ibu, engkau selalu terlihat cantik, aku ingin sepertimu, beritahulah aku resepnya..."

Dengan tatapan dan senyum, sang Ibu pun menjawab dengan perlahan:"Untuk Bibir yg Menarik, Ucapkanlah Perkataan yang baik...

Untuk Pipi yang Lesung, Tebarkanlah Senyum Ikhlas mu di muka bumi... Untuk Mata Indah Menawan, Lihatlah selalu Kebaikan orang lain...

Untuk Tubuh yang Langsing, Sisihkan Makanan mu bagi fakir miskin... Untuk Jemari Tangan yang Lentik Menawan, Hitunglah Dosa dan Pujianmu untuk-Nya..

Untuk Wajah Putih Bercahaya, Basuhlah Muka dgn air yang  suci dan bersih yaitu air Wudhu...

Anakku...Kecantikan FISIK pasti akan segera pudar oleh waktu, tetapi kecantikan PERILAKU TIDAK akan pudar, meskipun oleh kematian.."

"Kekuatan Pria yang Sesungguhnya"

Kekuatan pria sesungguhnya,tidak tercermin pada lebar bahunya,
Tapi dalam lebar lengan untuk merangkul keluarganya.
Kekuatan seorang pria tidak dalam nada keras suaranya,
tapi dalam kata- kata lembut yang diucapkannya.
Kekuatan seorang pria bukan dari berapa banyak teman-temannya,
Tapi bagaimana cara baik ia memperlakukan istri dan anak-anaknya.
Kekuatan seorang pria bukan bagaimana ia dihormati di tempat kerja,
Tapi dalam bagaimana ia dihormati di rumahnya.
Kekuatan seorang pria tidak diukur dari keras tidaknya pukulannya,
Tapi ada dalam sentuhan lembutnya.
Kekuatan seorang pria bukan pada bidang dadanya,
Tapi ada dalam hatinya, yang terletak di dalam dada.

Kekuatan seorang pria bukan dari berapa banyak wanita yang ia cintai,
Tapi dalam kesetiaannya kepada seorang wanita.
Kekuatan seorang pria bukan dari seberapa kuat ia bisa mengangkat,
Tapi seberapa dalam beban yang ditanggungnya...

Barakallah fiikum.

Hanya 1,5 Jam Hidup Kita di Dunia

Hidup di dunia sangatlah singkat. Waktu berjalan begitu cepatnya. Perhatikan keluarga, sahabat, dan orang- orang terdekat kita. Betapa tuanya mereka sekarang ini, bahkan di antara mereka sudah ada yang meninggalkan dunia. Padahal, kemarin mereka masih terlihat begitu sehat dan gagah.

Allah bertanya, ‘Berapa tahun lamanya kamu tinggal di bumi? Mereka menjawab, ‘Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari saja, maka tanyakanlah kepada orang- orang yang menghitung’. Allah berfirman, ‘Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau saja kamu tahu yang sebenarnya’. Apakah kamu mengira, bahwa Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada kami?’. (Q.S Al-Mu’minun/23: 112-115)

Usia rata-rata manusia selama hidup di dunia adalah 63 tahun (sama seperti usia Rasululloh SAW). Padahal….
1 hari di akhirat = 1000 tahun dunia (QS As Sajdah : 5).
24 jam akhirat   = 1000 tahun dunia
1 jam akhirat    = 42 tahun dunia

Nah, bila seseorang memiliki usia 63 tahun, kira- kira orang tersebut hanya memiliki 1,5 jam saja (bila diukur dengan waktu akhirat). Tidak heran...  Kita selalu diingatkan masalah waktu, seperti yang tercantum dalam Quran Surat Al-‘Ashr: 1-3. “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang- orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat- menasihati supaya menaati kebenaran dan menetapi kesabaran".

Bayangkan… hanya 1,5 jam di Dunia, jika dibandingkan dengan kehidupan Akhirat yang kekal. Jangankan untuk bisa sampai ke Surga/ Neraka, untuk meniti panjanganya ‘Jembatan Shiratal Mustaqim’ saja membutuhkan waktu 1/2 tahun akhirat (500 tahun di dunia).
Suatu Jembatan akhirat yang sangat tipis, bagaikan sehelai rambut yang dibagi menjadi 7 bagian, tajam, sempit, dan terbentang diantara 2 punggung neraka Jahannam, yang diatasnya terdapat besi- besi panas yang saling berkaitan dan menyambar.

Masih ada rangkaian perjalanan panjang yang akan kita lalui kelak, hidup dunia hanya sebentar…. Amat disayangkan jika kita hanya menjalaninya, tanpa melakukan banyak hal yang berarti. mari berlomba- lomba dalam kebaikan (Fastabiqul khoiroh) dan saling nasehat- menasehati dengan kebenaran, kesabaran dan kasih sayang. Dan dengan ridho dari Allah, semoga pintu surga terbuka untuk kita….

“Allohumma baarik-lana fi Rajab wa Sya’ban wa balighnaa Ramadhan”. Ya Allah berkahilah Kami di bulan Rajab & Sya’ban dan sampaikan kami pada bulan Ramadhan.

------------
Saat kita sedang berjaya, ingatlah bahwa kejayaan itu akan segera sirna. Saat  kita sedang menikmati kekayaan berlimpah, ingatlah bahwa besok semuanya akan kita tinggalkan. Semua yang ada di bumi tidak akan abadi. Yang abadi hanyalah wajah Tuhanmu yang memiliki Kebesaran & Kemuliaan. (Q.S. Ar-Rahman: 26-27)

7 Kunci Kebahagiaan di Dunia

Ibnu Abbas ra. adalah salah seorang sahabat Nabi SAW yang sangat telaten dalam menjaga dan melayani Rasulullah SAW, dimana ia pernah secara khusus didoakan Rasulullah SAW, selain itu pada usia 9 tahun Ibnu Abbas telah hafal Al-Quran dan telah menjadi imam di masjid. Suatu hari ia ditanya oleh para tabi’in (generasi sesudah wafatnya Rasulullah SAW) mengenai apa yang dimaksud dengan kebahagiaan dunia. Jawab Ibnu Abbas ada 7 (tujuh) kunci kebahagiaan dunia, yaitu:

1. Qalbun syakirun (hati yang selalu bersyukur)

Memiliki jiwa syukur berarti selalu menerima apa adanya (qona’ah), sehingga tidak ada ambisi yang berlebihan, inilah nikmat bagi hati yang selalu bersyukur. Seorang yang pandai bersyukur sangatlah cerdas memahami sifat-sifat ALLAH SWT, sehingga apapun yang diberikan ALLAH, ia malah terpesona dengan pemberian dan keputusan ALLAH.

Bila sedang kesulitan maka ia segera ingat sabda Rasulullah SAW yaitu, “Kalau kita sedang sulit perhatikanlah orang yang lebih sulit dari kita”. Dan bila sedang diberi kemudahan, ia bersyukur dengan memperbanyak amal ibadahnya.

2. Al azwaju shalihah (pasangan hidup yang sholeh)
Pasangan hidup yang sholeh akan menciptakan suasana rumah dan keluarga yang sholeh pula. Di akhirat kelak seorang suami (sebagai imam keluarga) akan diminta pertanggungjawaban dalam mengajak istri dan anaknya kepada kesholehan. Berbahagialah menjadi seorang istri bila memiliki suami yang sholeh, yang pasti akan bekerja keras untuk mengajak istri dan anaknya menjadi muslim yang sholeh. Demikian pula seorang istri yang sholehah, akan memiliki kesabaran dan keikhlasan yang luar biasa dalam melayani suaminya, walau seberapa buruknya kelakuan suaminya.

3. Al auladun abrar (anak yang sholeh)
Saat Rasulullah SAW thawaf, beliau bertemu dengan seorang anak muda yang pundaknya lecet- lecet. Setelah selesai thawaf Rasulullah SAW bertanya kepada anak muda itu, “Kenapa pundakmu itu?” Jawab anak muda itu, “Ya Rasulullah, saya dari Yaman, saya mempunyai seorang ibu yang sudah udzur. Saya sangat mencintai dia dan saya tidak pernah melepaskan dia. Saya melepaskan ibu saya hanya ketika buang hajat, ketika sholat, atau ketika istirahat, selain itu sisanya saya selalu menggendongnya” Lalu anak muda itu bertanya, ” Ya Rasulullah, apakah aku sudah termasuk kedalam orang yang sudah berbakti kepada orang tua?”

Selamat Datang Masalah... ^__^

Dalam mengarungi hidup ini, kita pasti dihadapkan dengan beraneka ragam masalah yang ada, baik yang kecil maupun yang besar sekalipun. Untuk menghadapi semuanya… Ada hal yang dapat kita pelajari dari seekor elang. Elang mampu terbang tinggi dengan melewati angin yang kencang dan badai yang menerpanya. Apakah Anda tau apa yang dilakukan elang saat badai (masalah) menghampirinya?
Elang justru akan terbang ke tempat yang jauh lebih tinggi untuk menunggu angin dan badai sambil membuka lebar- lebar sayapnya. Ketika badai datang, maka angin akan mengambil dan mengangkat tubuh elang ke atas badai. Sementara badai mengamuk di bawah, elang ini justru melonjak dan berada di atasnya. Elang tetap tidak luput dari badai. Ini hanyalah cara sederhana untuk memanfaatkan badai agar mengangkat tubuhnya lebih tinggi. Dan Elang justru terbang tinggi bersama angin yang membawa badai.

Sama halnya dengan manusia…
Kita senantiasa diuji olehNya, agar kita selalu bergerak ke tingkatan yang lebih tinggi. Saat badai kehidupan datang, kita dapat naik di atas masalah dengan menetapkan pikiran dan keyakinan bahwa kita pasti akan melewati masalah itu. Karena Allah tidak mungkin memberikan masalah/ cobaan melebihi batas kemampuan umatnya.

Masalah bukanlah beban yang memberatkan hidup, namun adalah pelajaran dan pendidikan dari Tuhan untuk menaikkan kualitas diri kita. Dan pelajaran bagaimana menangani masalah dengan berbekal keyakinan dan kemantapan hati. Bukan dengan keputusasaan dan ketakutan.  Tidaklah masalah  menimpa suatu kaum, melebihi kemampuan kaum itu.
Besarkan keagungan Allah, untuk mengecilkan semua masalahmu. Lebarkan hati dan katakanlah, “Selamat Datang Masalah…

---------
Barangsiapa diuji lalu bersabar, diberi lalu bersyukur, dizalimi lalu memaafkan dan menzalimi lalu beristighfar maka bagi mereka keselamatan dan mereka tergolong orang-orang yang memperoleh hidayah. (HR. Al-Baihaqi).

10 Hal Untuk Kita Renungkan...

1. Doa bukanlah "ban serep" yang kita keluarkan ketika dalam masalah,  Doa adalah "kemudi" yang menunjukkan arah yang tepat...

2. Kenapa kaca depan mobil sangat besar dan kaca spion begitu kecil.?  Karena masa lalu kita tidak sepenting masa depan kita. Jadi, pandanglah ke depan dan majulah...

3. Pertemanan itu seperti sebuah buku. Hanya membutuhkan waktu beberapa detik untuk membakarnya, tapi membutuhkan waktu tahunan untuk menulisnya.

4. Semua hal dalam hidup adalah sementara. Jika berlangsung baik, nikmatilah... Karena tidak akan bertahan selamanya. Jika berlangsung salah, jangan khawatir... Karena juga tidak akan bertahan lama.

5. Teman lama adalah emas! Teman baru adalah berlian! Jika kita mendapat sebuah berlian, jangan lupakan emas!  Karena untuk mempertahankan sebuah berlian, kita selalu memerlukan dasar emas.

6. Seringkali ketika kita hilang harapan dan berpikir ini adalah akhir dari segalanya, Tuhan tersenyum dari atas dan berkata " Tenang, Sayangku..., itu hanyalah sebuah belokan..., bukan akhir!

7. Ketika Tuhan memecahkan masalahmu, kamu memiliki kepercayaan pada kemampuanNya.  Ketika Tuhan belum memecahkan masalahmu, Dia memiliki kepercayaan pada kemampuanmu,"Kamu tentu bisa mengatasinya..!!

8. Jawaban doa dari Tuhan
tidak selalu "Yes", tetapi terkadang "No" dengan lanjutan "Bukan itu yang terbaik untukmu.....Aku punya rencana lebih baik untukmu".

9. Ketika kamu berdoa untuk orang lain, Tuhan mendengarkanmu dan memberkati mereka..., dan terkadang, ketika kamu aman dan gembira, ingat bahwa seseorang telah mendoakanmu...

10. Khawatir tidak akan menghilangkan masalah besok, hanya akan menghilangkan kedamaian hari ini...

Semoga bermanfaat, barakallah fiikum...

Kini Aku Tersenyum...

Duhai Tuhanku…
Yang Maha Menetapkan Segala Sesuatu, lagi Maha Bijaksana…
Ku telah pelajari apa yang terjadi pada diriku ini…
Ku selalu pelajari takdir- takdirmu yang telah kulalui…
Ada yang lulus, ada pula yang ‘tervirus’…

Namun kini aku tersenyum…
Kenapa Engkau memasukkanku ke SMP terburuk saat itu…
Kini aku tersenyum…
Kenapa Engkau ‘memaksa’ ku mengikuti setiap perlombaan, seminar, dan pelatihan saat itu…
Kini aku tersenyum…
Kenapa Engkau ‘memojokkan’ ku menjadi motivator untuk pengembangan diri anak- anak panti asuhan…
Kini aku tersenyum…
Kenapa Engkau melahirkanku di lingkungan keluarga yang sangat mengerti akan ilmu agama…

Kini aku tersenyum…
Kenapa Engkau hadirkan sosok perempuan yang sangat sulit ku lupakan…
Kini aku tersenyum…
Kenapa Engkau hadirkan kegelisahan di setiap penghujung malam…
Kini aku tersenyum…
Kenapa Engkau membiarkanku selalu tidur di masjid dengan beralas karpet dan berselimut dinginnya udara malam…
Kini aku tersenyum…
Kenapa Engkau tega membiarkanku melakukan kesalahan fatal yang membuat banyak orang menangis…
Kini aku tersenyum…
Kenapa Engkau mengirimkan banyak orang dewasa dengan berbagai masalahnya datang kepadaku… 

Teman…, ada banyak cara yang bisa Allah lakukan untuk memperbaiki hidup kita. Hidup begitu luas, saat kita hanya memiliki hati yang sempit, kita tidak mungkin mampu menampung setiap masalah yang ada. Ia pun memberikan banyak ujian untuk menguatkan dan meluaskan hati kita. Saat kita kuwalahan, Ia tawarkan pertolongan terbesarnya pada 1/3 malam terakhir di saat orang- orang tertidur lelap.

Sungguh tidak ada sesuatu yang ‘kebetulan’ di Dunia ini. Semua telah diatur dengan sangat indah olehNya. Terimalah apa yang ada, syukuri apa yang terjadi, hadapilah apa yang akan datang. Dan bersenyumlah sekarang bersama saya….

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui”. (Al Baqarah 216).

Jika Engkau....

Jika engkau berbaik hati, bisa saja orang lain menuduhmu punya pamrih & niat tertentu. Tapi bagaimanapun terus berbaik hatilah...

Jika engkau rajin menyampaikan hal- hal baik, bisa saja orang lain mencibirmu & menganggapmu belum pantas menyampaikannya karena engkau bukanlah orang alim yang bersih dari kesalahan- kesalahan. Tapi bagaimanapun terus sampaikanlah...

Jika engkau dianggap sukses, akan banyak orang iri & berusaha menjatuhkanmu dengan berbagai cara. Tapi bagaimanapun juga, berusahalah sekuat daya untuk menjadi sukses....

Jika engkau berusaha menjadi cahaya, akan banyak orang ingin mengecilkan atau memadamkan sinarmu. Tapi bagaimanapun berusahalah untuk bisa bersinar... walau hanya yang redup sekalipun...

Apa yang engkau bangun selama bertahun-tahun mungkin saja dihancurkan orang lain hanya
dalam semalam, atau beberapa malam...atau bahkan terus menerus sepanjang waktu. Tapi bagaimanapun, bangunlah & terus bangunlah....

Bagaimanapun, berikan yang terbaik dari dirimu, & terus sampaikanlah apa yang baik menurut suara hatimu yang terdalam... Karena pada akhirnya, semua itu adalah benar- benar semata- mata urusan antara Engkau dan TUHAN-mu, Dan sama sekali bukan urusan antara engkau dengan mereka...

Dari Sahabat, Semoga bermanfaat...

www.kayukauka.blogspot.com

Kayu kauka/ kokka/ fuqoha yang ada telah diubah bentuknya menjadi berbagai macam produk agar dapat lebih bermanfaat, seperti : gelang, tasbih, kalung, dan cincin sebagai berikut :

1. Gelang Kesehatan Kauka (warna hitam)
  • Pas dan nyaman dipakai di tangan,
  • Jumlah butiran kayu 33 butir, diameter 4- 5 mm, berwarna hitam mengkilap,
  • Tahan air,
  • Bisa digunakan untuk dzikir,
  • Memperlancar peredaran darah, meningkatkan stamina dan metabolisme tubuh. Manfaat lain bisa dilihat disini.
  • Harga Rp 90.000

Gelang Kokka Hitam
[klik gambar untuk melihat lebih jelas]

“Sebuah Peringatan untuk Kita ^__^

Seorang mandor bangunan yang berada di lantai 5 ingin memanggil pekerjanya yang sedang bekerja dibawah... sang mandor sudah berkali-kali berteriak memanggil, namun si pekerja tidak mendengar karena fokus dengan pekerjaanya.

Sang mandor terus berusaha agar si pekerja mau menoleh ke atas, lalu dilemparnya uang 1000an yang jatuh tepat di sebelah si pekerja. Namun Si pekerja hanya memungut uang 1000 dan kembali melanjutkan pekerjaanya.

Sang mandor akhirnya melemparkan uang 100.000 dan berharap si pekerja mau menegadah sebentar ke atas. Akan tetapi si pekerja hanya melompat kegirangan karena menemukan uang 100.000 dan kembali melanjutkan pekerjaannya.

Pada akhirnya sang mandor melemparkan batu kecil yang tepat mengenai kepala si pekerja. Karena merasa kesakitan akhirnya si pekerja menoleh ke atas dan dapat berkomunikasi dengan sang mandor.

Cerita tersebut diatas sama dengan kehidupan kita
…

Tuhan selalu ingin menyapa kita, akan tetapi kita selalu sibuk bekerja.
Kita sudah diberi rezeki sedikit maupun banyak, namun sering kali kita lupa untuk menengadah dan bersyukur...

Saat sedang berada dalam kinikmatan, kadang kita justru melupakan diriNya, lalu Ia memberi kita UJIAN/ COBAAN, agar kita “lebih terasa” dan ingat lagi kepadaNya. Karena Allah rindu dengan doa orang- orang yang beriman. Rosulullah pun bersabda: Apabila Allah menyenangi hamba maka dia diberi ujian agar Allah mendengar permohonannya (kerendahan dirinya). (HR. Al-Baihaqi).
Semoga kita senantiasa menjadi orang yg selalu instropeksi diri dan bersyukur untuk seluruh rahmat dan keberkahan yang tiada henti dariNya.

-----.
Bermohonlah kepada Robbmu di saat kamu senang (bahagia). Sesungguhnya Allah berfirman (dalam hadits Qudsi): "Barangsiapa berdo'a (memohon) kepada-Ku di waktu dia senang (bahagia), maka Aku akan mengabulkan do'anya di waktu dia dalam kesulitan. Dan barangsiapa memohon maka Aku kabulkan dan barangsiapa rendah diri kepada-Ku maka aku angkat derajatnya, dan barangsiapa mohon kepada-Ku dengan rendah diri maka Aku merahmatinya dan barangsiapa mohon pengampunanKu maka Aku ampuni dosa- dosanya."

Meluaskan Telaga di Hati

Pada suatu pagi, datanglah seorang anak muda yang sedang dirundung banyak masalah. Langkahnya gontai dengan air muka yang ruwet. Pemuda itu memang tampak seperti orang yang tak bahagia. Pemuda itu menceritakan semua masalahnya kepada orang tua yang bijak. Pak Tua itupun mendengarkan dengan seksama. Beliau lalu mengambil segenggam garam dan segelas air. Dimasukkannya garam itu ke dalam gelas, lalu diaduk perlahan.

"Coba, minum ini, dan katakan bagaimana rasanya," ujar Pak tua itu. "Asin. Asin sekali," jawab sang tamu, sambil meludah kesamping.
Pak Tua pun tersenyum kecil mendengar jawaban itu. Beliau lalu mengajak sang pemuda ke tepi telaga di dekat tempat tinggal Beliau. Sesampai di tepi telaga, Pak Tua menaburkan segenggam garam ke dalam telaga itu. Dengan sepotong kayu, diaduknya air telaga itu.

 "Coba, ambil air dari telaga ini dan minumlah". Saat pemuda itu selesai meneguk air, Beliau bertanya, "Bagaimana rasanya?" "Segar," sahut sang pemuda. "Apakah kamu merasakan garam di dalam air itu?" tanya Beliau lagi. "Tidak," jawab si anak muda.

Dengan lembut Pak Tua menepuk- nepuk punggung si anak muda. "Anak muda, dengarlah… “Pahitnya kehidupan, adalah layaknya segenggam garam tadi, tak lebih dan tak kurang. Jumlah garam yang kutaburkan sama, tetapi rasa air yang kau rasakan berbeda. Demikian pula kepahitan akan kegagalan yang kita rasakan dalam hidup ini, akan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki.

Rasa pahit yang terasa itu tergantung dari perasaan tempat kita meletakkan segalanya. Itu semua akan tergantung pada hati kita. Jadi, saat kau merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada 1 hal yang bisa kau lakukan. “Lapangkanlah dadamu menerima semuanya dan Luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu."

"Hatimu adalah wadah itu. Perasaanmu adalah tempat itu.Kalbumu adalah tempat kamu menampung segalanya. Jadi, jangan jadikan hatimu itu seperti gelas, buatlah laksana telaga yang mampu meredam setiap kepahitan itu dan merubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan."

Salah bisa diperbaiki, gagal bisa diulangi, tapi menyerah berarti selesai. Kita boleh gagal tp jgn sampai menyerah..!!

3 Hari yang Kita Miliki

Sebenarnya… kita hanya punya 3 hari saja dalam hidup ini.

Hari Pertama adalah Hari Kemarin

 Kita tak bisa mengubah apa pun yang telah terjadi. “Waktu telah beranjak pergi”. Imam Syafii bahkan mengatakan: “Sesuatu yang paling jauh adalah waktu”, karena ia tidak dapat diulang dan dicari lagi. Kita tak bisa menarik perkataan yang telah terucapkan. Kita tak mungkin lagi menghapus kesalahan dan mengulangi kegembiraan yang Kita rasakan kemarin. So, Biarkan lah hari kemarin lewat, berlalu, dan lepaskan saja…

Hari Kedua adalah Hari Esok

Hingga mentari esok hari terbit, Kita tak tahu apa yang akan terjadi. Kita belum bisa melakukan apa- apa esok hari. Kita tak mungkin bisa merasakan sedih atau ceria di esok hari sekarang. Esok hari belum tiba, kita hanya bisa berharap, dan tanpa tahu apa yang akan terjadi…

Hari Ketiga adalah Hari Ini

Pintu masa lalu telah tertutup dan pintu masa depan pun belum dibuka. Namun kita dapat mengerjakan banyak hal hari ini, bila Kita mampu memaafkan hari kemarin dan melepaskan ketakutan akan esok hari. Hiduplah untuk hari ini. Karena masa lalu dan masa depan hanyalah permainan pikiran yang rumit. Hiduplah apa adanya. Karena yang ada hanyalah hari ini, hari ini untuk bekerja, belajar, beribadah dan bertaubat.

Mari berusaha untuk memperlakukan orang lain dengan kebaikan hati dan rasa hormat, meski mereka berlaku buruk pada kita. Cintailah seseorang sepenuh hati hari ini, karena mungkin besok cerita sudah berganti. Ingatlah bahwa kita menunjukkan penghargaan pada orang lain bukan karena siapa mereka, tetapi karena siapakah diri kita sendiri.

Hari ini, Jangan biarkan masa lalu mengekang kita atau masa depan membuat kita bingung, lakukan saja yang terbaik..!! Pelajari lah apa yang kita dapat hari kemarin, aplikasikan pada hari ini, dan berharaplah yang terbaik di kemudian hari. Yesterday is history. Tomorrow is mistery. And today…?? Today is a GIVE. So, give your best to do..!!

Selalu Ada Jalan Keluar

Ketika permasalahan hidup membelit dan kebingungan serta kegalauan mendera rasa hati. Ketika gelisah jiwa menghempas- hempas. Ketika semua pintu solusi terlihat tertutup. Dan kepala terasa begitu berat. Tak mengerti apalagi yang mesti dilakukan. Tak tahu lagi jalan mana yang harus ditempuh. Hingga dunia terasa begitu sempit dan menyesakkan. Ketika kepedihan merujit- rujit hati. Ketika kabut kesedihan meruyak, menelusup ke dalam sanubari. Atas musibah- musibah yang beruntun mendera diri. Apalagi yang dapat dilakukan untuk meringankan beban perasaan? 

Apalagi yang dapat dikerjakan untuk melepas kekecewaan?
Ketika kesalahan tak sengaja dilakukan. Ketika beban dosa terasa menghimpit badan. Ketika rasa bersalah mengalir ke seluruh pembuluh darah. Ketika penyesalan menenggelamkan diri dalam air mata kesedihan. Apa yang dapat dilakukan untuk meringankan beban jiwa ini?

Sungguh kita semua pasti pernah merasakan kebuntuan hati. Seolah semua jalan keluar sudah tertutup rapat. Maka saat itulah kita baru menyadari betapa lemahnya diri dan betapa besarnya kekuasaan Allah SWT. Namun Allah tetap menyuruh kita untuk tetap tegar dan bertahan dalam firmannya : “Janganlah kamu bersikap lemah dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman. (Q.S Ali Imran 139 ).

Ketahuilah, bahwa hati juga ibarat tubuh. Ia juga memerlukan nutrisi, hati juga perlu istirahat dan mengadu. Mengejar dunia yang tak pasti membuat diri ini lelah dan butuh asupan energi. Maka, menepi di keheningan malam, berdzikir dan bermunajat kepadaNya sungguh akan membuat diri ini tenang. Ber muhasabah dan menyepi dengan sang ilahi adalah cara yang efektif untuk mengobati luka pedih di hati.
Tidak heran, jika sahabat nabi Fudhail bin Iyadh berucap: “Bila matahari terbenam, aku senang dengan kegelapan, karena aku dapat berkhalwat (bersunyi diri) dengan Rabbku. Namun bila matahari merekah, aku begitu sedih, karena banyak orang- orang masuk menemuiku”.

Menyadari kelemahan bukan berarti pasrah sebelum ikhtiar. Bukan pula pembenaran atas segala kesalahan dan kecerobohan. Namun sebagai bentuk bersandarnya hati pada sang ilahi. Allah berfirman, “Barangsiapa bertakwa kepada-Nya, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.” Rasulullah pun bersabda, “Ikutilah kesalahan dengan amal baik, niscaya ia akan menghapus dosa- dosamu.”

Ibnul Jauzi juga pernah berkata, “aku pernah dihimpit permasalahan yang membuatku gelisah dan galau berlarut- larut. Kupikirkan dan kucari solusi dengan segala cara dan usaha. Tapi aku tidak menemukan satu jalan pun untuk keluar darinya, hingga kutemukan ayat itu. Maka kusadari, bahwa jalan satu- satunya keluar dari segala kegalauan adalah ketaqwaan. Dan ketika jalan ketaqwaan itu kutempuh, tiba-  tiba Allah sudah lebih dulu menurunkan penyelesaian. Subhanallah…
--------
“Barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka- sangkanya” (QS Ath Thalaaq : 2-3)

Hanya Satu Menit

Satu menit..? Sepertinya tidak bermakna, mungkin karena tak berasa maka lewat begitu saja. Hanya enam puluh ketukan, jika satu ketukan bernilai satu detik. Benar- benar tak terasa, hingga akhirnya tak dimaknai. Dan seringkali kumpulan menit itu kita perlakukan seperti air, mengalir begitu saja. Tanpa kita berikan arah, tanpa kita tetapkan tempat berakhir. Mengalir, mengalir, dan terus mengalir….

  Seringkali himpunan air itu kita perlakukan seperti gelas. Kita isi dan nikmati, tanpa sadari khasiat dari isi gelas itu sendiri. Padahal, satu menit itu bisa membawa kita pada dua pilihan tempat berakhir , keindahan atau kepedihan. Karena walaupun cuma ‘satu menit’ ternyata itu sangat berharga di mata sang Pemilik Waktu. Karena satu menit itu tak pernah luput dari penglihatan dan pengawasan Sang Maha Melihat. Karena satu menit itu memiliki arti bagiNya, atas keputusan yang ditetapkan untuk kita.


Dia akan menghargai satu menit yang dimiliki dalam hidup ini dengan berlipat kebahagiaan yang tak terbayangkan oleh kita. Karena dialah sebaik- baiknya Pemberi Penghargaan bagi manusia yang tak pernah lelah mencari PerhatianNya. Satu menit saja, tak lebih, namun dapat bermakna, bila kita mau. Satu menit saja, hanya satu menit, dapat bernilai, bila kita tahu. Dalam satu menit, kita bisa melakukan banyak kebaikan dan kebahagiaan. Maka tentu tak layak, jika satu menit itu kita buang begitu saja.

 Dalam satu menit, kita bisa membisikkan Surat Al Ikhlas. Dan Allah akan menilai bisikan penuh makna itu sama seperti kita membaca sepertiga kitabNya. Dalam satu menit, kita bisa mengucapkan puji, “Subhaanallah wa bi hamdihi” sebanyak 100 kali. Dan Allah akan mengampuni banyaknya dosa- dosa kita sebanyak buih di lautan.

Dalam satu menit, kita bisa mengucapkan “Subhaanallaahi wa bi hamdihi Subhaanaallaahil ‘aziim,n Subhaanallaah, wa’l hamdu lillah, wa laa ilaah ill Allaah, wa Allaahu Akbar sebanyak 50 kali. Dan Allah mencintai manusia yang mengucap dua kalimat ini, sebagaimana rosulullah bersabda : “Saat aku mengucapkan, 'Maha suci Allah, segala puji bagi Allah, Tiada Tuhan selain Allah dan Allah Maha Besar, maka cintanya berhamburan untukku” (HR Muslim).

Dalam satu menit, kita bisa mengucapkan Laa hawla wa laa quwwata illa billaah. Kata- kata ini adalah satu dari kekayaan surga, sebagaimana yang tercantum dalam riwayat Bukhari- Muslim. Dan dalam satu menit, kita dapat mengirimkan doa untuk junjungan kita Nabi Muhammad saw dengan mengucap “Sallallaahu ‘alayhi wasallam (Semoga Allah memberkati dan memberinya kedamaian). Dengan doa itu Allah akan memberikan 500 kebaikan.

Ternyata… 1 menit yang kita miliki sangatlah berarti. Jika kita mau menghargai dan melakukan setiap kebaikan. Time is like a river. You cant touch the same water twice, because the water has passed will never pass again. So, manage your  time alhough that’s only one minute.

Menggapai Pertolongan Allah

Setiap manusia pasti punya masalah dalam hidup ini, ada yang terikat masalah hutang, keluarga, pekerjaan, masalah dengan kuliah, sekolahnya, dll. Namun kita harus yakin, bahwa Allah tidak akan memberikan cobaan diluar batas kemampuan umatnya, dan kita sendiri juga harus yakin dengan Pertolongan dan Kasih Sayang Allah.

Ujian yang menghadang kadang membuat kita kuwalahan dan menumpahkan air mata. Bahkan, tak sedikit dari kita yang  langsung mengeluh dan berputus asa. Padahal Allah telah memberikan janji bahwa di balik kesulitan, pasti ada jalan keluar yang begitu dekat. Allah pun berfirman :“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. An Nasyr: 5).

Kemudian ayat ini diulang lagi: “Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. An Nasyr: 6). After a Storm Comes a Calm , Badai pastilah berlalu. Yakilah bahwa setelah kesulitan pasti ada jalan keluar, jika kita focus mencari solusi dan berhenti mencari alasan. “Lantas bagaimana agar kita dapat menemukan jalan keluarnya..?”

Ya. Shalat Tahajud adalah salah satunya. Shalat yang dihiasi oleh indahnya sinar rembulan dan diselimuti oleh hangatnya cinta ilahi dalam kerinduan yang tak terperi. Tetesan dan percikan air wudlu yang jatuh membasahi bumi menambah indahnya malam yang penuh keheningan. Tenang dan syahdu. Sepertiga malam yang terakhir adalah malam yang bertabur mukjizat. Pada saat itulah pertolongan terBESAR dari Allah akan datang.

Al Quran memberikan gambaran yang luar biasa kepada orang yang ahli Tahajud dengan ungkapan “Lambungnya jauh dari tempat tidur”, dalam QS. As Sajdah : 15-16. Dan dalam QS. Adz Dzaariyaat : 15-18, Tak heran jika Allah akan memberikan suatu kamar yang indah di Surga untuk para pecinta Tahajud. Dari Abdullah bin Amr ra. dari Nabi saw, beliau bersabda : “Di dalam syurga terdapat sebuah kamar yang luarnya dapat dilihat dari dalam dan bagian dalamnya dapat dilihat dari luarnya”.
Lalu Abu Malik Al Asy’ari bertanya, “Untuk siapa kamar itu Ya Rasulullah?”. Rasulullah saw menjawab : “Bagi orang yang membaguskan pembicaraan, memberi makan orang yang membutuhkan dan shalat malam pada saat orang tidur”. (HR. At Thabrani, dan Al Hakim). Subhanallah…

Abu Hurairah ra.berkata, bahwa Rasulullah saw bersabda : “Allah turun ke langit dunia pada 1/3 malam yang terakhir, lalu ia berfirman, Barangsiapa yang berdoa kepadaKu pasti Aku kabulkan. Barangsiapa yang memohon kepadaKu pasti Aku beri, dan barangsiapa yang meminta ampun kepadaKu pasti Aku ampuni. (HR. Muslim).

    Dalam kitab Al- Madkhal, Ibnul Haaj, disebutkan pula bahwa Shalat Tahajud dapat menggugurkan dosa, sebagaimana angin kencang menggugurkan daun- daun kering dari dahan pohon. Dapat menyinari hati, sehingga wajah selalu terlihat cerah. Dan dapat menghilangkan rasa malas, serta menumbuhkan kemauan keras‘. Inilah yang akan membangkitkan diri kita. Rasa keragu- raguan akan terkubur, menjadi sikap penuh keyakinan. Dan rasa malas akan tenggelam, menjadi jiwa penuh semangat yang luar biasa.
 
Yakinlah, bahwa semua kesulitan hidup tidak akan menghancurkan kita. Namun justru akan mencetak kita menjadi pribadi yang tangguh, kuat, dan tidak pernah mengeluh dalam menghadapi deburan ombak kehidupan. Kerena rahasia kehidupan akan terungkap, saat kita bisa menaklukkan cobaan- cobaan terberat dalam hidup ini. Derajat kita akan dinaikkan dan dosa- dosa akan dilebur.

So, Bagaimana dengan kita..? Masihkah Kita mengeluhkan semua masalah yang dialami..? Pertolongan telah Allah berikan, Namun mengapa Kita tetap tidur pulas dan tidak menghirakuannya…?? “Hai orang- orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat, sesungguhnya Allah beserta orang- orang yang sabar”. (Q.S Al Baqarah: 153).


Sebuah Ketulusan yang Sebenarnya

Pada zaman nabi, di sebuah sudut Kota Madinah ada seorang pengemis buta yang setiap harinya selalu berkata kepada setiap orang yang mendekatinya, “Wahai saudaraku, jangan pernah kau dekati Muhammad. Dia itu orang jahat, pembohong dan tukang sihir. Jika kalian mendekatinya, maka kalian akan dipengaruhinya.

    Tiada hal lain yang dilakukan si pengemis kecuali menengadahkan tangan dan meneriakkan kata- kata itu berulang kali. Namun demikian, setiap hari selalu ada seorang pria yang mendatangi pengemis itu dengan membawakan makanan, dan tanpa berucap sepatah katapun, pria itu selalu menyuapkan makanan yang ia bawa dengan penuh kasih sayang kepada si pengemis. Pengemis pun berkata kepada pria itu “Wahai sahabatku, jangan pernah kau dekati Muhammad, dia itu pembohong dan orang jahat..!!

    Suatu ketika…  Pria yang biasanya datang menyuapinya makan itu tidak lagi datang kepadanya. Pengemis buta itu semakin hari semakin lapar, dan bertanya- tanya dalam dirinya, “Apa yang terjadi dengan pria itu..?” Sampai suatu hari ada seorang pria yang datang memberinya makan. Namun saat ia menyuapi sang pengemis, ia justru marah sambil menghardik : “Siapa kamu..? Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku”. “Aku adalah orang yang biasa”, kata orang itu. Pengemis pun menjawab, “Tidak mungkin, kamu pasti bohong”.

    Apabila Ia datang kepadaku, tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasanya datang selalu mengusap rambutku terlebih dahulu. Selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut, sehingga tak sulit mulut ini mengunyah. Mendengar jawaban dari pengemis buta tersebut, pria tadi tidak sanggup menahan air matanya. Sambil menangis Ia berkata, “Aku memang bukan orang yang biasa datang kepadamu. Aku adalah sahabatnya. Namaku Abu Bakar. Orang berhati mulia yang biasa menyuapimu adalah Rosulullah Muhammad saw.

    Pengemis buta itu langsung terkejut. Tubuhnya bergetar dan tidak ada kata- kata yang keluar dari mulutnya. Air matanya kemudian mengalir begitu deras di pipi, seolah tak terbendung mengenang manusia berhati mulia, Muhammad saw. Pada saat itu juga si pengemis itu masuk islam. Subhanallah…

----------
Teman… kerasnya batu memang bisa dihancurkan dengan lembutnya air. Kerasnya hati manusia pun dapat diluluhkan dengan ketulusan dan kasih sayang. Semua hanya butuh 1 kata yang bernama “kesabaran”. Nilai suatu kesabaran yang sebenarnya tak terbatas, hanya kita saja yang kadang selalu “membatasinya”. Sehingga tak jarang banyak orang yang berrkata : “Oh, kesabaranku sudah habis”..!! padahal kesabaran itu tak terbatas, sebagaimana yang Rosulullah SAW ajarkan.

Life simply, Love generously, Care deeply, and Speak kindly.

Catatan Ringan Penyejuk Hati

Teman.... Dalam hidup tentu ada banyak hal yang telah dan akan kita lalui. Ada saat dimana kita merasa senang. Namun tentu hidup tak selamanya akan menyenangkan. Ada saat dimana kita mengalami kegagalan dan kekecewaan dalam mengarungi setiap cobaan. Hingga kadang membuat kita larut dalam kesedihan yang mendalam. Roda kehidupan memang terus berputar, kadang di atas dan kadang di bawah.

    Saat kita sedang berada di atas, terkadang diri ini sering lupa dengan keberadaan Tuhan. Kita terlupa... bahwa sebenarnya semua yang telah didapat adalah murni karena pemberianNya. Namun saat hidup kita tiba- tiba susah dan menderita, kita baru sadar... Bahwa kita adalah makhluk yang sangat lemah dan tak bisa apa- apa. Keterpurukan justru kadang menjadi ‘cara ampuh’ tuk selalu mengingat dan mendekatkan diri kepadaNya. Tak heran, jika “Kepedihan membuat menusia berTahan, dan lebih berTuhan”.

Tuhan memang tidak menjanjikan langit selalu biru, jalan lurus tanpa batu, matahari tanpa hujan, dan kebahagiaan tanpa kesedihan. Namun Ia selalu menjanjikan kemudahan dalam setiap kesulitan dan hikmah dalam setiap cobaan. Apapun kondisi yang sedang kita alami... Mari segarkan kembali hidup ini dengan menghayati beberapa kalam ilahi berikut ini. 

“ Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. (Q.S Al Ahzab: 41). “Ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu (Q.S Al Baqarah 152). Terlalu mengejar dunia kadang memang melelahkan, tapi saat kita mengejar ‘sang pemilik dunia’, rasanya sungguh menenangkan. Seperti disebutkan dalam firmannya : “Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram (Q.S Ar Rad 28).

“Dan barang siapa berpaling dari dzikirku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta". (Q.S Thaha: 41). Rosulullah pun bersabda bahwa Allah berfirman yang artinya : “Aku bersama hamba- hambaKu selagi ia mengingatKu dan kedua bibirnya bergerak- gerak menyebutKu” (H.R Ahmad dan Ibnu Majah). Dalam hadits yang lain, beliau juga bersabda : “Tidaklah segolongan orang mengingat Allah, melainkan para malaikat menghormati mereka, rahmat menyelubungi mereka, ketenangan menyelimuti mereka, dan Allah mengingat mereka bersama orang- orang yang ada di sisiNya. (H.R Muslim dan Tirmidzi).

    Raihlah keberuntungan dalam hidup ini dengan selalu mengingatNya dalam setiap aktivitas yang kita lalukan. Bukankah itu tidak akan mengurangi jam kerja atau kesibukan kita..? Dengan begitu, apapun keadaan yang sedang dialami tetap akan ada Allah di hati ini. Bertawakallah dengan penuh, dan rasakan pertolonganNya dengan utuh. Jika dunia hanya persinggahan, mengapa tidak kita banyakkan bekal tuk meneruskan perjalanan..? Karena hanya ada 1 tempat persinggahan. Hidup hanya sementara, sayang jika menjalaninya dengan biasa- biasa saja.

Life simply, Love generously, Care deeply, and Speak kindly…

Sudah Pantaskah Diri Kita…??

Seorang anak yang berusia 10 tahun meminta orang tuanya untuk dibelikan mainan baru. Seorang anak yang berusia 15 tahun meminta orang tuaya untuk dibelikan sepeda motor, dan seorang anak yang berumur 20 tahun meminta orang tuanya untuk dibelikan mobil. Ketiga anak itu sama- sama meminta sesuatu kepada orang tuanya, namun belum tentu ketiga anak tersebut mendapatkan apa yang mereka inginkan.

Tentu bukan karena orang tuanya tidak menyayangi mereka, tapi karena anak- anak tersebut “belum siap” untuk menerima pemberian tersebut. Sang orang tua tentu tahu yang terbaik untuk anak- anaknya dan sangat paham dengan kualitas serta kesiapan si anak, apabila orang tua melihat nilai raport anaknya yang masih penuh dengan nilai merah, tentu anak ini bisa dikatagorikan belum siap menerima hadiah mobil yang ia minta. Bisa jadi jika ia dibelikan mobil baru, ia akan menjadi semakin malas dan hidupnya menjadi lebih berantakan.

    Padahal orang tua ingin sekali memberikan Apa yang ia minta. Namun apa boleh buat, mereka terpaksa tidak memberikannya karena si anak belum siap menerima. Nah…. Sama hal nya dengan kehidupan… Begitu banyak orang yang berdoa kepada Tuhan untuk meminta kekayaan, penghasilan yang lebih besar, kualitas hidup yang lebih baik, jenjang karier yang bagus, dll.

Namun, kita sering kali tidak siap untuk membenahi dan memantaskan diri terlebih dahulu untuk menerima berkat dari Tuhan. Belajar dikit aja udah ngeluh, masih hobi malas- malasan, sering menunda pekerjaan, dll. Wajar kan kalo doanya belum dikabulkan…??

Jika kita meminta kekayaan, maka kita harus menyiapkan mental dan etos kerja terlebih dahulu agar kelak tak terjerumus dalam kesombongan. Jika kita meminta karier yang bagus, maka kita harus menyiapkan ilmu pengetahuan yang cukup agar kelak ilmu yang kita miliki dapat diamalkan. “Tuhan sama halnya dengan orang tua kita”. DIA tahu mana yang TERBAIK untuk kita. Sebenarnya DIA sangat ingin memberikan Apa yang kita minta, namun kadang kita lah yang belum siap dengan apa yang kita minta.

Persiapkan dan Pantaskan diri dulu …., baru meminta. Kehidupan itu bukan pilihan (pasif), tapi memilih (aktif). Dan “Kehidupan tak akan berubah, jika kita hanya menjalani hidup ini dengan biasa- biasa saja”. Melakukan perubahan memang beresiko, tapi akan jauh lebih beresiko jika hanya diam saja dan tak berbuat apa- apa. Rosulullah bersabda : “Perbaikilah usahamu (ikhtiarmu), niscaya doamu dikabulkan”. But, Are you ready for that…???

JANGAN MENYERAH

Kehidupan selalu diwarnai dengan tawa, canda, kesedihan, dan dibumbui dengan cobaan- cobaan berat di dalamnya. Dimana ungkapan kebahagiaan tercurahkan dalam bentuk senyuman, dan ungkapan kesedihan kita curahkan dalam bentuk tetesan air mata. Dimana adanya Bumi tempat kita berpijak dan langit di atas kita merupakan bukti bahwa kita berada dalam suatu ruangan sempit.


Cobaan yg menerpa kadang membuat kita tersungkur dan merintih kesakitan. Ujian yg menghadang seringkali membuat kita kuwalahan dan menumpahkan air mata. Hembusan permasalahan yg tak kunjung reda kadang membuat pundak dan kepala ini terasa sangat berat. Namun apapun yang terjadi, JANGANLAH MENYERAH..!!

    Kolonel Harland Sanders, Pendiri KFC. Baru memulai usahaya setelah ia berumur 65 tahun, ia tetap gigih berjuang walaupun telah mengalami lebih dari 1000x penolakan. Namun sekarang lebih dari 1 miliar ayam goreng hasil resep darinya dinikmati tiap tahunnya dan telah mempunyai cabang di lebih dari 80 negara. Thomas Alfa Edison, penemu bolam lampu, dianggap murid yang bodoh dan tak ada 1 sekolahpun yang mau menerimanya. Namun Ia tetap berjuang dan baru berhasil menciptakan bolam pijar setelah mengalami 9.998x lebih kegagalan, bahkan gudangnya pernah meledak.

     Abraham Lincoln (Presiden Amerika Serikat tahun 1860) baru bisa menjadi presiden, setelah berusaha selama 45 tahun. Ia berkali- kali bangkrut, istrinya meninggal dunia, dan ia hampir masuk rumah sakit jiwa karena depresi. “Mereka orang- orang yang pantang menyerah. Bagaimana denganmu..?”

    Ternyata…. Sekedar kecerdasan dan keterampilan saja belum cukup, dibutuhkan optmisme, keyakinan, dan semangat yang luar biasa untuk dapat bangkit dalam mengjadapi kegagalan. Orang- orang sukses bukanlah orang- orang yang tak pernah gagal, tapi mereka orang yang selalu bangkit di tiap kegagalan. Gagal itu sudah Resiko. Sukses pun juga ada resikonya. Namun “tidak mencoba” itu jauh lebih beresiko. Pernah Gagal..? Sedang gagal sekarang? Teruslah berusaha… Tetaplah memilik impian yang tinggi… Karena dengan Impian yang tinggi, seseorang akan tumbuh sesuai impiannya. Bila impian nya rendah, maka rendah juga perkembangan ilmu yang ia miliki.

    Perjalanan seribu langkah ke depan dimulai dengan satu langkah kecil hari ini.Takdir memang tidak bisa diubah. Tapi nasib bisa diubah. Dan manusia sendirilah yang mengubah nasibnya sendiri. “Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. (Q.S Ar Rad: 11).

Keep Hope, Keep Work, Keep Praying.

5 Kegelapan dan Penerangnya

 Malam yang sunyi, dingin menusuk tulang. Jalanan basah kuyup bekas embun yang turun membasahi Bumi. Orang- orang masih tertidur lelap. Bangun dan merasakan pancaran kasih sayang Tuhan pada 1/3 malam yang tersisa merupakan hal yang istimewa. Kami teringat, bahwa sahabat nabi, Abu Bakar Ash Shidiq pernah berkata :

Kegelapan itu ada 5 dan penerangnya juga ada 5.
Pertama, cinta dunia adalah suatu kegelapan sedangkan penerangnya adalah ketaqwaan.
Kedua, berbuat dosa adalah suatu kegelapan, sedangkan penerangnya adalah bertaubat.
Ketiga, alam kubur adalah kegelapan sedangkan penerangnya adalah kalimat ‘Laa ilaaha illallah muhammadur rasulullah’.

Keempat, alam akhirat itu penuh dengan kegelapan sedangkan penerangnya adalah amal shalih. Kelima, jembatan Sirathal Mustaqim adalah kegelapan, sedangkan penerangnya adalah yaqin.

-------------
Teman, kehidupan memang panjang dan tak hanya berakhir di sini. Sekedar menjalaninya memang mudah, namun menjalani hidup dengan berkualitas memang tak semudah yang dibayangkan. Orang biasa mengatakan, “jalani hidup bagaikan air yang mengalir”. Padahal hanya “ikan yang lemas dan putus asa lah yang berenang mengikuti air”.

Ingatlah, bahwa orang yang berhasil selalu bergerak melawan arus. Melakukan perbedaan memang beresiko, tapi akan jauh lebih beresiko jika hanya diam dan tak berbuat apapun. Hidup hanya sementara, sayang jika menjalaninya dengan biasa- biasa saja.

Hidup adalah Cermin

Hidup ini adalah Cermin, dan kita adalah apa yang ada di cermin. Itu sebabnya dikatakan bahwa hidup bagaikan gema. Cermin adalah gema kita. Cobalah berteriak : “kamu baik” 1x saja, maka gema akan membalasnya : “kamu baik... kamu baik... kamu baik...ik...ik...ik...” dengan berulang- ulang. Tetapi jika Engkau berteriak “kamu jelek”, maka gema akan membalas..." kamu jelek... kamu jelek... kamu jelek banget.... nget.. nget.. nget...!!" Nha Lho?

Artinya, kata- kata kita pun adalah cermin diri kita yang sesungguhnya. Jika hari ini Engkau lebih suka melontarkan kata- kata yang tidak sopan, tidak senonoh, memaki, berprasangka buruk, memfitnah dan sebagainya, maka itulah jati dirimu yang sesungguhnya. Sama halnya teko yang berisi teh, pasti akan mengeluarkan teh. Manusia yang berisi keburukan dan dosa, pasti kata- katanya pun bernuansa buruk dan penuh dosa.

So, marilah kita menjaga kualitas kata- kata kita. Jauhkan diri dari kebiasaan menghina, sebab sebenarnya jika kita menghina saudara kita maka sungguh kitalah yang paling hina. Orang hina hanya akan mengatakan hal- hal yang menghina. Maka mulailah untuk berkata- kata yang baik, positif, dan terjaga.

Engkau bisa bercermin dari kejadian- kejadian yang ada di sekitarmu. Banyak sekali yang bisa Engkau pelajari hikmahnya. Misal : Engkau bisa belajar dari ikan. Ternyata ikan akan lebih cepat besar ketika diternak di air yang bergerak dibanding di air yang diam atau kolam. Artinya, kita akan lebih cepat dewasa saat hidup kita dipenuhi berbagai macam ujian dan masalah. Masalahlah yang membantu menggerakkan dirimu menuju impian. Tanpa adanya masalah mungkin Engkau tidak akan pernah sekuat seperti sekarang ini.

Setelah belajar dari ikannya, Engkau pun bisa belajar dari airnya yang bergerak. Ternyata, air yang yang bergerak dan mengalir, lebih tahan lama kesegarannya dibandingkan air yang diam. Air yang diam akan lebih cepat membusuk. Pelajaran yang bisa diambil adalah bahwa ketika Engkau lebih suka berteriak daripada bergerak, lebih suka mencaci daripada beraksi, lebih suka diam dari pada berjuang, maka hidupmu akan lebih cepat busuk dan jauh dari kualitas. Bergeraklah.!!

Engkau juga bisa belajar dari BINTANG yang bersinar terang di kegelapan malam. Sehingga Engkau paham, agar bisa hidup menjadi sang bintang maka Engkau harus berani menghadapi gelapnya malam. Berani menghadapi masalah- masalah hidupmu yang sepertinya begitu runyam, padahal menjanjikan kecerahan. Ingatlah, apa pun yang ada di sekitarmu adalah cerminan dirimu, untukmu. Bercerminlah selalu dengan kehidupanmu, lakukan instrospeksi, dan buatlah dirimu yang mewarnai lingkunganmu, dan bukan lingkungan yang mewarnaimu. Kecuali Engkau sudah berada di lingkungan yang baik, maka bersyukurlah kepada Allah. Dan warnailah lebih lanjut dengan warna terbaik yang Engkau miliki.
   

PRODUK GELANG KESEHATAN HERBAL - KLIK DISINI