Keutamaan PUASA SYAWAL, setelah usai Ramadhan

Sepuluh jari sudah tersusun rapi. Bunga melati pengharum diri. Niat kami setulus hati. Tuk mohon maaf dihari yang fitri. Minal aidzin wal faidzin ya..? Alhamdulillah… Puasa Ramadhan telah kita lalui. Semoga amal ibadah kita diterima disisiNya dan diberi umur yang panjang agar diberi kesempatan untuk mencicipi nikmatnya bulan Ramadhan tahun depan. Amiin…

Setelah bulan Ramadhan usai, tibalah bulan yang tak kalah hebatnya, yaitu bulan syawal. Nah..!! Bicara tentang bulan syawal. Banyak teman saya yang bilang kalau ini adalah “bulan pembalasan”. Karena setelah sebulan menahan lapar dan dahaga di bulan Ramadhan, pada bulan syawal inilah saat untuk “balas dendam”, bebas makan makanan apapun. Dan merupakan “zona penggendutan”, karena pada bulan ini banyak makanan bertebaran dimana- mana, “katanya”. Hehehe... Smg kita tidak demikian ya..? Bagi orang- orang yang telah tahu. Tentu akan memanfaatkan bulan ini dengan lebih baik, yaitu dengan melaksanakan “puasa syawal”.

Dari Abu Ayub ra, Rosulullah bersabda : "Barangsiapa berpuasa penuh di bulan Ramadhan, lalu menyambungnya dengan (puasa) 6 hari di bulan Syawal, maka (pahalanya) seperti berpuasa selama 1 tahun . (HR. Muslim). Mengapa pahalanya bisa menjadi 1 tahun..?

Imam Ahmad dan An-Nasa'i, meriwayatkan dari Tsauban, bahwa rosulullah saw bersabda: "Puasa Ramadhan (ganjarannya) sebanding dengan (puasa) 10 bulan, sedangkan puasa 6 hari (di bulan Syawal) pahalanya sebanding dengan (puasa) 2 bulan, maka itulah bagaikan berpuasa selama 1 tahun penuh." ( Hadits riwayat Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban dalam "shahih" mereka.). Lantas bagaimana menjalankan puasa syawal tersebut...? Dikutip dari Al Minhaj shahih muslim, bahwa puasa melaksanakan puasa syawal itu :
  1. Selama 6 hari di bulan syawal, lebih utama dilaksanakan di awal dan lebih utama dilakukan secara berurutan,
  2. Diusahakan untuk menunaikan qadha (hutang) puasa terlebih dahulu, karena qadha merupakan kewajiban dan puasa syawal hukumnya adalah sunah.
 Beliau saw juga bersabda,” Maukah Engkau aku tunjukkan pintu- pintu kebaikan? Rosul menjawab :
  1. PUASA sebagai perisai, 
  2. Sedekah sebagai penghapus kesalahan, sebagaimana air memadamkan api, dan 
  3. Shalatnya seseorang di tengah malam.” (H.R Tirmidzi).
Puasa dalam hadits ini merupakan perisai bagi seorang muslim baik di dunia maupun di akhirat. Di DUNIA, puasa adalah perisai dari perbuatan- perbuatan maksiat, sedangkan di AKHIRAT adalah perisai dari api neraka. Rasulullah saw juga bersabda dalam hadits Qudsi: “Dan senantiasa hamba-Ku mendekatkan diri kepadaKu dengan amalan- amalan sunnah sehingga Aku mencintainya.” (HR. Bukhari). Nah, jika IA sudah mencintai kita. Tentu kita akan lebih nyaman dan tentram hidup di Dunia ini. Senantiasa diberi ketabahan dalam menghadapi setiap cobaan, dibukakan pintu- pintu ilmu yang bermanfaat, dan diberi rezeki yang tak terduga. Amiin..

Hidup hanya sebentar. Sayang… Jika harus menjalaninya dengan “biasa- biasa” saja. So, lakukanlah yang terbaik.

PRODUK GELANG KESEHATAN HERBAL - KLIK DISINI