Kuatkan lah Dirimu

Anak kecil yang baru bisa berdiri atau berjalan senantiasa membutuhkan sandaran orang lain untuk berpegangan sebab belum dapat melakukannya sendiri, masih ada rasa takut dan khawatir. Namun berkat latihan setiap hari dengan bimbingan orang tua mulailah timbul kepercayaan diri untuk melakukan apa- apa sendiri. Sama halnya dengan kita, banyak hal di dalam hidup ini yang tidak bisa kita lakukan seorang diri. Kita membutuhkan orang lain, dan bergantung kepada seseorang yang kita anggap kuat. Rasa kepercayaan diri bahwa kita sanggup mengerjakan sendiri terkadang tidak terpikirkan. Sebelum mencoba kita sudah merasa lumpuh tidak berdaya, lemah dan yakin akan jatuh tersungkur.

Namun ketika kenyataan yang tak terelakkan, orang yang menjadi sandaran telah tiada, terenggut dari sisi kita karena kematian atau perpisahan dan kita merasa sendiri tanpa ada tempat pegangan dan sandaran. Apakah kita akan terus duduk termenung atau berbaring menunggu seseorang yang menuntun kita untuk bangkit dan berjalan lagi? Apakah kita akan terus menangis sampai orang mendengarkan suara kita dan menghapus air mata di pipi? Apakah kita tidak mencoba menggerakkan kaki dan tangan kita? berdiri dan berjalan, beberapa kali jatuh dan bangun lagi. Tiba waktu untuk bangkit, cukup kuat berdiri dan berjalan. Kekuatan mu bergantung pada sandaran kokoh, kuat dan abadi. Maka, sandarkan diri kepadaNya.

Allah mengangkat segala bentuk yang lemah, tidak berdaya. Buktinya, Engkau dibangkitkan dengan penuh Kasih SayangNya dalam berbagai jalan kehidupan yang terjal berliku. Tertumpah setiap tetes air mata dan hati yang penuh luka. Engkau sanggup untuk berdiri menghadapi kehidupan, berjalan dan berlari, terbukti bahwa engkau masih diberi kekuatan untuk bisa bernapas menghirup udara segar dan menikmati indahnya matahari di pagi hari. Itu bertanda Allah telah memberikan kita kesanggupan dan kekuatan sebagai pelaku kehidupan yang handal. Nah, mengapa bakat dan kemampuan itu tidak kita sadari dan berkembang saat tidak ada seorangpun yang menopang hidup ini? Tunjukkan bahwa ada atau tidak seorangpun yang menopang, Engkau tetap seorang pemimpin yang baik, untuk keluarga dan untuk siapapun yang membutuhkan pertolongan mu.

Rasa takut dan khawatir ini menghambat kepercayaan diri, membuat kita tidak akan melangkah maju dalam kehidupan, Kita terpaku pada keadaan sekarang, terbenam dalam penderitaan dan tidak keluar dari kubangan lumpur yang membenamkan. Kuatkan diri mu dengan memohon kekuatan kepada Allah agar diberikan kesanggupan memikul beban yang sudah menjadi tugas kita pada saat ini untuk menuju kehidupan yang lebih baik, lebih indah dan mulia.

'Janganlah kamu bersikap lemah dan jangan pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi derajatnya, jika kamu orang-orang yang beriman.' (QS. Ali Imran : 139).


Kekuatan Tutur Kata Positif

Ada seorang perempuan yang bersuamikan koki, begitu pandainya sang suami memasak sehingga selalu menemukan kelemahan istrinya dalam memasak. Selalu ada komentar tajam dan pedas yang ia lontarkan. Sampai istrinya malas dan berhenti memasak. karena suatu musibah, suaminya meninggal dunia dan perempuan itu menikah lagi dengan karyawan disebuah perusahaan swasta.

Suatu hari istrinya bertanya, 'Pak, bagaimana masakanku?' Sang suami memuji bahwa seumur hidupnya baru kali ini makan makanan yang terenak didunia. Setiap kali hendak berangkat kerja suaminya selalu mengatakan, 'Mama, aku selalu ingin pulang cepat karena mau menikmati masakan mama.'Pujian itu semakin membuat istrinya gemar memasak. Sampai akhirnya membuat restaurant yang terkenal dengan masakan yang enak tiada duanya.

Teman, tutur kata yang positif akan mendorong kita dan memberikan kepercayaan diri. Sudah sepatutnya kita untuk bertutur kata yang baik dan positif untuk memberikan motivasi dan semangat untuk orang-orang yang ada disekeliling kita untuk meraih impian. Kata-kata yang positif adalah anugerah yang terindah yang mampu merubah dunia menjadi lebih lebih baik.

---
Bertutur katalah yang baik atau diam (HR. Muslim).

Keep Smiling....

Dear sahabat- sahabatku....
Apakah hari ini Engkau sedang bersedih..? Jika ya, tersenyumlah… Maka kesedihan ka jauh meninggalkanmu.

Bukan karena hidup bahagia lalu "kamu tersenyum", Tapi tersenyum lah terlebih dahulu maka "hidupmu kan bahagia"... :)
Bukan karena semua orang bersahabat lalu "kamu tersenyum", Tapi karena kamu tersenyum maka "semua orang jadi bersahabat"... :)

Bukan karena pekerjaan menyenangkan lalu "kamu tersenyum", Tapi karena kamu tersenyum maka "pekerjaan jadi terasa menyenangkan"... :)
Bukan karena keluarga harmonis lalu "kamu tersenyum", Tapi tersenyum lah maka "keluarga yang harmonis kan jadi milikmu"...

Bukan dunia yang membuat "kamu tersenyum", Tapi senyumanmu lah yg membuat "dunia jadi tersenyum"...
Banyak orang yang terlalu sibuk mencari kebahagiaan, padahal kebahagiaan itu sudah ada di hatinya. Kita syukuri apa yag ada, dan menerima apa yang terjadi. Maka kebagiaan kan mendaangimu. Jangan hitung tahun- tahun yang sudah lewat, tapi hitunglah saat- saat yang indah saat ini... 

HIDUP TIDAK DIUKUR DENGAN BANYAKNYA NAFAS YANG KITA HIRUP melainkan DENGAN SAAT- SAAT DIMANA KITA MENARIK NAPAS BAHAGIA DAN MENSYUKURI APA YANG ADA.
Soooo... Keep Smiling, keep Shinning....:) Barakallahu Fiikum...

Perjalanan Hidup yang Tidak Mudah

Malam itu begitu dingin, terasa rintik- rintik hujan mulai turun membasahi Bumi. Dedaunan yang basah pun mulai berjatuhan. Kami kedatangan seorang teman, ia bercerita bahwa perjalanan hidupnya tidak mudah, terjal, berliku, penuh onak dan duri.

Sang Ibu meninggal dunia saat ia masih berumur 8 tahun. Disaat ia sangat membutuhkan belaian hangat sang Ibu, beliau justru tidak ada. Sang Ayah yang membiayai kebutuhan keluarga seorang diri akhirnya tidak sanggup menyokong kebutuhan sekolahnya. Ia pun terpaksa harus menitipkan si Anak di panti asuhan agar ia dapat bersekolah dengan murah. 

 Perjuangan yang ia lalui selama ini memang tidak mudah. Namun ternyata itu semua tidak melunturkan semangatnya dalam mengarungi kehidupan. Adanya keterbatasan ekonomi dalam keluarga tidak membuatnya menyerah, walaupun hanya dengan uang 20 ribu pemberian orang tua, ia tetap berani menuju Jogja dan menuntut ilmu disini. Usaha untuk mendapatkan beasiswa pun ia perjuangkan agar dapat menuntut ilmu dan mengangkat derajat keluarga.

Sang ayah yang sudah tua hanya bisa memberikan dukungan moral dan doa kepada sang buah hati. Menjadi pelayan warung makan dan berjualan di pasar pun tak malu ia lakukan agar dapat bertahan hidup. Bahkan, ia sampai menginap di masjid karena tidak sanggup menyewa tempat untuk berteduh. Dinginnya udara malam yang menusuk tulang sudah menjadi teman setianya dalam mengarungi malam- malam dalam kelelapan.

Namun Alhamdulillah…. Deburan masalah yang bermunculan ia jadikan sebagai bumbu kenikmatan dalam usaha mendekatkan diri kepada Tuhan. Setiap 1/3 malam selalu ada bunyi air yang mengalir, tanda basuhan air wudzu yang jatuh membasahi Bumi menemaninya dalam sholat tahajud yang panjang.Puasa sunah pun tak pernah ia tinggalkan.

Suaranya yang penuh semagat selalu membangunkan saya di tengah kegelapan. Allah ternyata maha Adil. IA memang tidak pernah menyia- nyiakan para hamba yang selalu berusaha mendekatkan diri kepadaNya. Walaupun masalah selalu datang menghampiri, selalu ada solusi. Selalu ada teman- teman disekitarnya yang selalu memberikan semangat dan motivasi.

Akhirnya… Permohonan beasiswa untuk melanjutkan kuliah 1 tahun ke Amerika Serikat pun berhasil ia dapatkan. Saya selalu ingat nasehat yang ia katakan: “Perhiasan hidup adalah cobaan, sedangkan buahnya adalah ketaqwaan. Kesabaran, ketenangan hati serta rasa syukur adalah kunci keberhasilan”.
Terima kasih, sahabatku…. Kami tentu akan merindukanmu…

 ------------
“Barang siapa menjadikan Akhirat sebagai NIAT UTAMA, maka Allah menjadikan rasa kaya pada hatinya, urusannya dimudahkan & dunia akan mendatanginya dengan cara yang mudah”. (HR At Tirmidzi).

Supplier Pagar Beton Precast, Roster Beton Minimalis, Gorong gorong Buis Beton u20 Kotak

 ARRIZA KONSTRUKSI: Partner Terbaik untuk Kebutuhan Material Proyek Anda!

Menjadi pemimpin dalam industri sebagai supplier material proyek, ARRIZA KONSTRUKSI menawarkan solusi terbaik untuk konsumen end user, kontraktor, dan developer. Dengan fokus pada kualitas dan keandalan, kami memenuhi kebutuhan material konstruksi Anda dengan rangkaian produk unggul.

Apakah Anda mencari pagar beton precast yang kuat, roster beton minimalis untuk meningkatkan tampilan dinding rumah, gorong-gorong beton yang tahan lama, buis beton U 20 kotak yang handal, atau paving block beton untuk memberikan sentuhan estetika pada proyek Anda - ARRIZA KONSTRUKSI memiliki semua yang Anda butuhkan!

Kualitas produk kami dijamin untuk memberikan keamanan dan kekuatan yang dibutuhkan untuk setiap proyek konstruksi. Dengan pengalaman yang solid dan tim profesional, kami menyediakan layanan pelanggan yang ramah dan solusi yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik Anda.

Konsumen end user, kontraktor, dan developer akan menemukan bahwa ARRIZA KONSTRUKSI bukan hanya sekadar supplier, tetapi juga mitra yang dapat diandalkan untuk memastikan keberhasilan setiap proyek. Hubungi kami sekarang untuk mendapatkan penawaran terbaik dan material proyek berkualitas tinggi dari ARRIZA KONSTRUKSI!

 

 HUBUNGI KAMI UNTUK PEMESANAN 

WA : 0859 4215 2000

“Apakah segala sesuatu akan indah pada waktunya..?”

Jika kita melihat hidup ini… Ternyata banyak sekali orang yang dilahirkan dalam keadaan kekurangan. Sebagian orang tidak memiliki pekerjaan, dan sebagian orang lagi bahkan tidak memiliki tempat tinggal. Namun, mereka tetap bertahan, karena mereka percaya bahwa “Segala sesuatu akan indah pada waktunya”.

Ya. Itulah untaian kata yang sering kita dengar. Walaupun sedang diliputi kegagalan, kita seringkali bertahan untuk menunggu “saat yang indah” hadir dalam hidup kita. Namun, pertanyaannya apakah “saat itu” akan benar- benar datang.? Apakah jika kita menunggu sepanjang hidup kita, maka yang "indah" itu akan benar- benar datang.?

Nah..!! Bila sampai sekarang saat yang dinantikan itu belum datang, itu bukan berarti filosofi “indah pada waktunya” yang salah. Namun cara kita dalam menunggu lah yang salah.  Menunggu bukanlah hal yang pasif. Menunggu secara pasif hanyalah sebuah lelucon. Allah pun berfirman : “Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. (Q.S Ar Rad: 11). “Indah pada waktunya” benar- benar akan datang, bila kita menunggu secara aktif. 

“Indah pada waktunya” adalah hal yang benar, tapi kalimatnya belum sempurna. Akan indah pada waktunya, “Bila Kita Mau Menabur pada Waktunya”. Itulah kalimat yang sempurna untuk memberikan gambaran sebenarnya dari menunggu yang aktif (mau menabur pada waktunya). Kebahagiaan tentu akan berpihak kepada kita jika kita menunggu secara aktif. Apa pun yang kita tabur hari ini, itulah yang akan kita tuai kelak.
Sama halnya seperti seorang petani, ia pasti akan menuai hasil panen yang melimpah, jika ia mau menanam dan menabur benih pada waktunya. Tanpa ia mau menabur benih, tidak mungkin panen akan datang.

Salah satu hal yang paling menghambat orang menabur adalah menunda dan rasa malas. Mereka sering berkata “5 menit lagi”, “Tunggu sampai besok ya”, “Mulai minggu depan”, dll. Ingatlah, bahwa penundaan adalah “SILENT KILLER”. Kita tidak perlu menunggu segala sesuatunya sempurna untuk memulai sesuatu. Yang kita perlukan adalah sebuah tindakan, TINDAKAN UNTUK MEMULAI..!

Kehidupan itu seimbang, ada kesulitan pasti ada kemudahan. Maka ambil lah “yang sulit- sulit” itu sekarang, agar dapat menuai kemudahan dan kebahagiaan nya kelak. Beberapa “kesulitan” yang akan kita lakukan sekarang antara lain : “giat bekerja, belajar, rajin sholat, rutin puasa, gemar sedekah, dll”. Nah, sedangkan kebahagiaan yang akan kita dapatkan kelak adalah : “kekayaan, keluarga yang sakinah, ilmu yang bermanfaat, dll).

Tapi… Hidup adalah pilihan. Semua tentu kembali kepada mu. So, bagian mana dulu yang akan Engkau ambil sekarang…? “Kesulitan dahulu, apa justru kebahagiaan dulu…?” Its your choice…!!

Jangan pernah Bosan Hidup ya...

Seorang pria setengah baya mendatangi seorang ustadz, “Ustadz, saya sudah bosan hidup. Sudah jenuh betul. Rumah tangga saya berantakan. Usaha saya kacau. Apapun yang saya lakukan selalu berantakan. Saya ingin mati saja.”

Sang Ustadz pun tersenyum, “Oh kamu sakit..?” Tidak Ustadz, saya tidak sakit. Saya sehat. Hanya jenuh dengan hidupku ini. Itu sebabnya saya ingin mati.” sang Ustadz meneruskan, “Kamu sakit. Dan penyakitmu itu sebutannya, ‘Alergi Hidup’. Ya, kamu alergi terhadap kehidupan.”

Banyak sekali di antara kita yang alergi terhadap kehidupan. Kemudian, tanpa disadari kita melakukan banyak hal yang bertentangan dengan norma kehidupan. Hidup ini berjalan terus. Dan jika kita berhenti di tempat, kita tidak ikut mengalir maka kita akan jatuh sakit. Resistensi kita, penolakan kita untuk ikut mengalir bersama kehidupan membuat kita sakit. Yang namanya usaha, pasti ada pasang-surutnya. Persahabatan pun tidak selalu langgeng, tidak abadi.

“Penyakitmu itu bisa disembuhkan, asal kamu ingin sembuh dan bersedia mengikuti petunjukku.” demikian ujar sang Ustadz.
“Tidak Ustadz, tidak. Saya sudah betul-betul jenuh. Tidak, saya tidak ingin hidup.” pria itu menolak tawaran sang Ustadz.
“Jadi kamu tidak ingin sembuh. Kamu betul- betul ingin mati?”
“Ya, memang saya sudah bosan hidup.”

“Baik, besok sore kamu akan mati. Ambillah botol obat ini. 1/2 botol diminum malam ini, 1/2 botol lagi besok sore jam 6, dan jam 8 malam kau akan mati dengan tenang.”

Giliran dia menjadi bingung. Setiap Ustadz yang ia datangi selama ini selalu berupaya untuk memberikannya semangat untuk hidup. Yang satu ini aneh. Ia bahkan menawarkan racun. Tetapi, karena ia memang sudah betul- betul jenuh, ia menerimanya dengan senang hati.

Pulang kerumah, ia langsung menghabiskan 1/2 botol racun yang disebut “obat” oleh Ustadz edan itu. Dan, ia merasakan ketenangan sebagaimana tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Begitu rileks, begitu santai! Tinggal 1 malam, 1 hari, dan ia akan mati. Ia akan terbebaskan dari segala macam masalah.

Malam itu, ia memutuskan untuk makan malam bersama keluarga di restoran. Sesuatu yang sudah tidak pernah ia lakukan selama beberapa tahun terakhir. Pikir- pikir malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis. Sambil makan, ia bersenda gurau. Suasananya santai banget! Sebelum tidur, ia mencium bibir istrinya dan membisiki di kupingnya, “Sayang, aku mencintaimu.” Karena malam itu adalah malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis!

Esoknya bangun tidur, ia membuka jendela kamar dan melihat ke luar. Tiupan angin pagi menyegarkan tubuhnya. Dan ia tergoda untuk melakukan jalan pagi. Pulang kerumah setengah jam kemudian, ia menemukan istrinya masih tertidur. Tanpa membangunkannya, ia masuk dapur dan membuat 2 cangkir kopi. 1 untuk dirinya, 1 lagi untuk istrinya. Karena pagi itu adalah pagi terakhir,ia ingin meninggalkan kenangan manis! Sang istripun merasa aneh sekali, “Mas, apa yang terjadi hari ini? Selama ini, mungkin aku salah. Maafkan aku, mas.”

Di kantor, ia menyapa setiap orang, bersalaman dengan setiap orang. Stafnya pun bingung, “Hari ini, Bos kita kok aneh ya?” Dan sikap mereka pun langsung berubah. Mereka pun menjadi lembut. Karena siang itu adalah siang terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis! Tiba-tiba, segala sesuatu di sekitarnya berubah. Ia menjadi ramah dan lebih toleran, bahkan apresiatif terhadap pendapat-pendapat yang berbeda. Tiba- tiba hidup menjadi indah. Ia mulai menikmatinya.

Pulang kerumah jam 5 sore, ia menemukan istri tercinta menungguinya di beranda depan. Kali ini justru sang istri yang memberikan ciuman kepadanya, “Mas, sekali lagi aku minta maaf, kalau selama ini aku selalu merepotkan kamu.” Anak-anak pun tidak ingin ketinggalan, “Ayah, maafkan kami semua. Selama ini, ayah selalu stres karena perilaku kami semua.”

Tiba-tiba, sungai kehidupannya mengalir kembali. Tiba-tiba, hidup menjadi sangat indah. Ia membatalkan niatnya untuk bunuh diri. Tetapi bagaimana dengan setengah botol yang sudah ia minum, sore sebelumnya? ” Ya Allah, apakah maut akan datang kepadaku. Tundalah kematian itu ya Allah. Aku takut sekali jika aku harus meninggalkan dunia ini ”.

Ia pun buru-buru mendatangi sang Ustadz yang telah memberi racun kepadanya. Sesampainya dirumah ustadz tersebut, pria itu langsung mengatakan bahwa ia akan membatalkan kematiannya. Karena ia takut sekali jika ia harus kembali kehilangan semua hal yang telah membuat dia menjadi hidup kembali.

Melihat wajah pria itu, rupanya sang Ustadz langsung mengetahui apa yang telah terjadi, sang ustadz pun berkata “Buang saja botol itu. Isinya air biasa. Kau sudah sembuh, Apa bila kau hidup dalam kekinian, apabila kau hidup dengan kesadaran bahwa maut dapat menjemputmu kapan saja, maka kau akan menikmati setiap detik kehidupan. Leburkan egomu, keangkuhanmu, kesombonganmu. Jadilah lembut, selembut air. Dan mengalirlah bersama sungai kehidupan. Kau tidak akan jenuh, tidak akan bosan. Kau akan merasa hidup. Itulah rahasia kehidupan. Itulah kunci kebahagiaan. Itulah jalan menuju ketenangan.”

Pria itu mengucapkan terima kasih dan menyalami Sang Ustadz, lalu pulang ke rumah, untuk mengulangi pengalaman malam sebelumnya. Oh, begitu indahnya dunia ini…

Sedikit Perubahan yang akan Mengubah Kehidupanmu

Hai sahabat, setelah kami memerhatikan dengan seksama, ternyata ketidak berkahan hidup dan kesulitan seseorang untuk hidup bahagia dikarenakan ia belum mampu menyelesaikan akar permasalahn yang ada.Sehingga permasalahan hidup terus saja berdatangan dan menumpuk. Dia baru berhasil menyelesaikan permasalahan pada titik yang ‘tampak’. Dan belum berhasil melihat lebih dalam akar permasalahan yang sesungguhnya.

Nah, secara garis besar akar permasalahan yang kita hadapi dapat dibagi menjadi 2, yaitu akar masalah yang bersifat hablumminallah (hubungan dengan Allah) dan hablumminannas (hubungan dengan sesama manusia). Ternyata jauhnya hubungan kita dengan Allah merupakan akar masalah yang terbesar. Itu sebabnya, boleh jadi Allah sengaja memberikan kita rangkaian masalah agar kita selalu ingat dan lebih mendekatkan diri kepadaNya.

Jika kita memang ingin hidup bahagia dunia dan akhirat, maka dekatilah Allah. Karena dialah SUMBER KEBAHAGIAAN. Jangan hanya mendekati harta, tahta, dan wanita, karena semua adalah ciptaanNya. Maka jika ingin mendapatkan semuanya, dekailah terlebih dahulu Sang Maha Pencipta. “Bagaimana caranya…?” Nah, mulailah dari hal kecil yang sering kita sepelekan. Jika sampai hari ini kita masih rajin mengerjakan sholat di rumah, mulai sekarang cobalah untuk rajin sholat berjamaah ke masjid.

Dan jika kita masih sering membaca surat yang pendek- pendek (Qulhu dan An nas), sesungguhnya kita tidak menghargai diri sendiri, padahal kita mampu membaca surat lain yang lebih dari itu. Bukannya surat tersebut tidak baik, tapi jika hanya 2 surat itu yang kita baca, maka hanya sebatas itu pula yang kita dapatkan. Kita tentu malu kepada Allah, sebab kita sering meminta ‘ini dan itu’ kepadaNya, tapi apa jadinya jika kita tidak memperbaiki kualitas hubungan kita kepadaNya..? Hafalan surat pendek dari dulu sampai sekarang ya “itu- itu saja”, wajar lah kalo kehidupan juga hanya di “situ- situ” aja. Hehehehehhe..

Kemudian bagi Anda yang masih sering terperangkap dalam hangatnya dekapan malam yang penuh tipuan. Nah, kini saatnya untuk meluangkan sepenggal dari waktu tidur kita untuk bermunajat kepadaNya.  Ingatlah…!! Banyak hal kecil yang dapat mengubah sesuatu menjadi besar. Semuanya saling berhubugan, hanya kadang pikiran kita saja yang tidak dapat mengerti dimana letak hubungannya. Dan siapa tahu, kualitas kehidupan Anda berhubungan erat dengan dengan kualitas ibadah  dan “menu” bacaan sholat. 

Kehidupan yang  “BARU” akan didapatkan jika kita mau memperBARUi diri. Dan jika ingin hidupmu segera memBAIK, maka perBAIKilah terlebih dahulu hubunganmu dengan Tuhan.

Siapakah yang Imannya Paling Mengagumkan.?

Hari demi hari telah lama kita lalui. Tak terasa, diri kita yang dulu terasa kecil sekarang sudah tumbuh menjadi besar dan mulai berusaha tuk ‘membesarkan’ kehidupan ini. Alhamdulillah… Nikmatnya iman masih senantiasa melekat dalam hati. Walaupun kesalahan demi kesalahan tak terasa kita lakukan setiap hari, namun semoga kebaikan dan permohonan ampun kita kepadaNYA melebihi kesalahan- kesalahan yang pernah dilakukan.

Kenikmatan dapat berkumpul dengan orang- orang sholih di sekitar kita membuat hari demi hari ini terasa lebih tenang dan tentram. Terlebih lagi saat kita dapat ‘menepi’ di indahnya keheningan sepertiga malam bersama diriNYA dan dapat mencurahkan semua permasalahan dan kelemahan kita di hadapanNYA. Tentu waktu demi waktu yang kita jalani tidak akan pernah membosankan, karena selalu ada IA di hati.

    Kami jadi ingat, sebuah hadits sangat indah yang pernah rosulullah katakan. Hadits dari riwayat Ibnu Abbas rodhiyallahu anhu, bahwa Rosulullah pernah bersabda : “Apakah kalian mengetahui siapa yang paling mengagumkan imannya..?” Para sahabat menjawab : “Imannya para malaikat ya Rosulullah”.

    Beliau berkata : “Bagaimana malaikat tidak beriman, sedang mereka menyaksikan dan mengetahui secara langsung perkaranya”. Para sahabat menjawab lagi : “Kalau begitu, imannya para Nabi ya Rosulullah”. Kemudian rosulullah berkata : “Bagaimana para nabi tidak beriman, sedangkan mereka menyaksikan sendiri para malaikat datang dari langit membawa wahyu”.

    Para sahabat menjawab : “Imannya sahabat- sahabatmu ya Rosulullah”. Rosulullah menjawab : ”Bagaimana para sahabat tidak beriman, sedangkan mereka menyaksikan mukjizatku dan aku memberi tahu mereka tentang wahyu yang turun kepadaku”.

Lalu siapa yang ”Imannya paling Menabjubkan..?”

    Rosulullah lalu bersabda : “Mereka adalah orang- orang yang ada setelah aku meninggal dan masih beriman kepadaku. Padahal mereka belum pernah melihat dan membenarkanku. Mereka itulah sahabat- sahabatku. Subhanallah….. bahkan rosullullah mengatakan bahwa iman kita lah yang paling mengagumkan. Kita sama sekali belum pernah melihat dan berjumpa dengan rosul. Namun kita tetap yakin bahwa beliau itu ada. Selalu menantikannya dan tak lupa mengirimkan sholawat kepadanya. Semoga apa yang kita lakukan saat ini tidak membuat beliau kecewa dan bersedih. Karena beliau selalu tahu apa yang kita lakukan. Maka lakukanlah yang terbaik. Hidup hanya sepenggal, sayang jika kita menjalaninya dengan ‘biasa- biasa’ saja.

Mengundang Rezeki dengan ‘Memberi’

Jadilah sebuah pohon yang buahnya lebat. Saat dilempar batu, ia justru memberi dan membalasnya dengan buah. Bahkan sering kali ‘buah terbaik’ yang ia berikan. Buah yang matang, yang kematangannya mencerminkan keikhlasan yang penuh senyuman. Memberi memiliki kekuatan yang luar biasa. Biasakanlah memberi, maka kita akan sering menerima banyak hal yang luar biasa. “Give more, receive more”.

    Hidup adalah PILIHAN. Dan beruntunglah orang yang memilih memberi tanpa mengingat, dan menerima tanpa melupakan. Ketika Umar bin Khatap menginfakkan setengah kekayaannya. Rosulullah menanyainya, dan Umar tidak khawatir kekayaanya berkurang akibat sedekah. Rosulullah pun bersabda : “Infakkanlah harta kekayaanmu, niscaya kamu diberi gantinya. Tidaklah harta itu berkurang karena sedekah” (HR Muslim). “Siapakah yang mau memberi pinjaman yang baik, maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak”……(QS Al Baqarah 245).

    Dalam suatu hadits yang diriwayatkan Anas bin Malik, rosulullah bersabda : ”Allah menciptakan bumi, maka bumi pun bergetar. Lalu Allah menciptakan gunung, ternyata bumi terdiam. Para malaikat lalu terheran- heran akan penciptaan gunung tersebut. Kemudian mereka bertanya : “Ya Rabbi, Adakah sesuatu dalam penciptaanMu yang LEBIH KUAT daripada gunung..?”

    Allah menjawab : “Ada, yaitu besi”. Para malaikat bertanya, Adakah penciptaanmu yang lebih kuat dari besi..? Allah menjawab : Ada, yaitu api. Malaikat kembali bertanya, Adakah penciptaanmu yang lebih kuat dari api..?  Allah menjawab : “Ada, yaitu air”. Malaikat kembali bertanya, Adakah penciptaanmu yang lebih kuat dari air..? Allah menjawab : “Ada, yaitu angin”. Akhirnya, Para malaikat bertanya, Adakah penciptaanmu yang LEBIH DARI SEMUA ITU..? Allah pun menjawab : “Ada, yaitu amal anak Adam yang mengeluarkan SEDEKAH dengan tangan kanan, sementara tangan kirinya tidak mengetahuinya”. MasyaAllah… Begitu dasyat sedekah, jika kita ‘berani’ mengeluarkannya.

“Jangan menunggu kekayaan datang, baru kita mau sedekah. Tapi sedekahlah dulu dengan ikhlas, maka kekayaan yang akan mendatangi kita”.

Sukses itu SEDERHANA

Sukses itu sangat sederhana dan tidak ada hubungannya sama sekali dengan kekayaan yang kita miliki. Sukses tidak perlu dikejar, tapi LIHAT, RASAKAN, dan SYUKURILAH apa yang kita punya. Dan kesuksesan TERBESAR yang kita miliki adalah diri kita sendiri.
Mau bukti….???

Saat kita dapat lahir ke dunia ini dengan sehat dan dalam kondisi yang begitu sempurna diantara banyaknya bayi yang terlahir cacaat. Nah….!! Itu sudah menjadi kesuksesan kita yang PERTAMA. Lalu saat kita bisa makan 3 kali sehari disaat ada lebih dari 3 juta orang mati kelaparan setiap bulannya. Itulah kesuksesan kita yang KEDUA. Kemudian saat kita bisa bersekolah, bahkan bisa menikmati studi sampai tingkat perguruan tinggi disaat tiap 10 menit ada 10 siswa yang DROP OUT karena tidak mampu membayar biaya SPP yang sangat mahal. Itulah kesuksesan kita yang KETIGA.

Dan saat Anda bisa membaca tulisan ini, disaat ada lebih dari 8 juta orang yang buta huruf. Itulah kesuksesan kita yang KEEMPAT. Tentu kita tidak akan mampu menghitung betapa banyaknya nikmat yang telah Allah berikan. Seperti firmannya: “Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat lalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah). (Q.S Ibrahim: 14).
Sukses memang terjadi setiap hari. Saat kita bisa menjalani hidup ini dengan penuh rasa syukur, membantu orang yang kesusahan, dan saat kita bisa beribadah kepada Allah dengan utuh itulah kesuksesan terbesar yang dimiliki. Saat kita gembira, maka gembiralah seperlunya, dan saat kita bersedih, maka bersedihlah dengan secukupnya. 

Sukses terjadi setiap hari, namun kadang kita tidak pernah menyadarinya. Jika Anda pernah menonton film ”Click” yang dibintangi Adam Sandler, mungkin Anda akan tersentuh. "Family Comes First", begitu kata- kata terakhir yang diucapkan Adam Sandler kepada anaknya sebelum dia meninggal. Karena saking sibuknya Si Adam Sandler ini dalam mengejar kesuksesan, ia sampai tidak sempat meluangkan waktu untuk anak & istrinya, bahkan tidak sempat menghadiri hari pemakaman ayahnya sendiri. Keluarga nya pun berantakan, istrinya yang cantik menceraikannya, dan anaknya pun jadi tidak mengenal siapa ayahnya...

Nah...!! Itulah yang akan terjadi jika kita terlalu berambisi mengejar dunia. Padahal harta terbesar yang kita miliki adalah DIRI KITA SENDIRI. Melihat dunia ini kadang bagaikan fatamorgana. Dari jauh memang indah dan menawan. Namun setelah kita mendekatinya, ternyata semuanya fana dan penuh tipuan. Maka cukup lihatlah Apa yang fana itu, sebagai morivasi untuk menggapai yang kekal.

Anda tahu Rockeveller..? Ya, dia adalah seorang pengusaha kaya raya yg memiliki ratusan perusahaan dan ladang minyak, tapi oleh dokter dikatakan mengidap penyakit kanker yang ganas. Saat dia ditanya apa yang membuatnya bahagia saat itu apakah kekayaannya?, dia menjawab kalau ada yg bisa menyembuhkan penyakit kankernya, berapapun biayanya akan ia bayar agar mampu hidup 5 tahun lagi.

Sedangkan di Yogyakarta, ada seorang perempuan tua bernama mbah Suro. Usianya sudah 150 tahun dan hidupnya sangat miskin. Ketika ditanya apakah yang diinginkan? Rumah mewah, apa harta yg banyak? Namun aneh, jawaban mbah Suro hanya MENGINGINGKAN MATI karena sudah bosan hidup di dunia ini. Seandainya 5 tahun dari usia mbah Suro yg sudah 150 tahun itu bisa diberikan orang lain, pasti Rockveller akan membelinya dengan harga yang sangat tinggi, bahkan separoh kekayaannya pun akan direlakan apabila usia tsb dapat ditukar harta.

Nah..!! Bagi siapapun sekarang yang masih menjalani hidup dengan Keluhan dan penyesalan. Maka Hentikanlah keluhanmu itu, karena masih banyak orang yang hidupnya jauh lebih susah daripada kita. Jangan menunggu sukses, baru Engkau bersyukur. Tapi bersyukurlah terlebih dahulu, maka kesuksesanmu akan semakin bertambah. Dan jangan menunggu datangnya kenikmatan, baru engkau Bersyukur. Tapi bersyukurlah terlebih dahulu, maka hidupmu akan terasa NIKMAT.

Mengetuk Pintu- Pintu Surga

Tentu setiap orang ingin masuk Syurga. Jangankan masuk, bisa mencium harumnya saja sudah bisa membuat kita bahagia. Namun setelah meninggal, apakah kita bisa langsung masuk syurga dan disambut oleh para bidadari disana begitu saja..?? 
Ouups.., tentu  tidak semudah itu. Syurga juga mempunyai banyak pintu. Ibarat akan masuk rumah, kita tentu akan mengetuk dan membuka pintunya terlebih dahulu. “Ini adalah kehormatan (bagi mereka). Dan sesungguhnya bagi orang- orang yang bertaqwa benar- benar (disediakan) tempat kembali yang baik, (yaitu) surga ‘Adn yang pintu- pintunya terbuka bagi mereka”. (QS Shod: 49-50)

    Lantas apa saja pintu- pintu Syurga itu..? Rasulullah SAW bersabda: “Surga mempunyai 8 buah pintu” (H.R Muslim). “Luas pintu surga tempat masuk umatku adalah sejauh perjalanan pengendara kuda yang sangat bagus selama 3 hari” (H.R Tirmidzi). Pintu tersebut dibedakan berdasarkan amal kebajikan tiap manusia.

Diriwayatkan Ibnul Jauzi, bahwa pintu- pintu Surga tersebut antara lain: Pintu pertama adalah untuk orang yang menjalankan shalat dengan menyempurnakan syarat rukunnya. Pintu ke 2 untuk orang yang rajin berpuasa. Pintu ke 3 untuk orang yang selalu memberikan kewajiban zakat dan senang bersedekah. Pintu ke 4 adalah untuk orang yang menjalankan ibadah Haji. Pintu ke 5 adalah untuk orang yang menjalankan Umrah. Pintu ke 6 adalah  untuk orang yang jihad fisabilillah (berjuang di jallan Allah). Pintu ke 7 adalah untuk orang yang senang bersilaturahmi, dan Pintu ke 8 adalah untuk orang yang rajin berwudzu. MasyaAllah… Ternyata ada banyak sekali pintu Surga. Kira- kira Anda mau masuk ke pintu yang ke berapa..?

Rasulullah saw bersabda : ‘Setiap orang di antara kalian yang setelah berwudhu dengan sempurna, lalu membaca ‘Asyhadu anla ilaha illallah wa asyhadu anna muhammadar abduhu wa rasuluh’ (Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah hamba sekaligus rasul utusan Allah), niscaya dibukakan untuknya ke 8 pintu surga. la bisa masuk dari pintu yang mana pun yang ia inginkan.“. (HR Muslim).

 Dari Abu Hurairah ra., Rasulullah saw bersabda: "Barang siapa memberi nafkah isterinya di jalan Allah, maka akan dipanggil dari pintu surga. ‘Wahai Hamba Allah! Ini adalah pintu kebaikan’. Barangsiapa termasuk ahli salat, maka akan dipanggil dari pintu al-Shalah. Barangsiapa termasuk ahli jihad, maka akan dipanggil dari pintu al-Jihad. Barangsiapa termasuk ahli puasa, maka akan dipanggil dari pintu al-Rayyan. Dan barangsiapa termasuk ahli sedekah, maka akan dipanggil dari pintu al-Shadaqah.

Abu Bakar lantas bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah setiap orang akan dipanggil dari pintu-pintu tersebut, dan Adakah seseorang yang dipanggil dari semua pintu tersebut.?” Beliau menjawab, “Iya, dan aku berharap Engkau termasuk diantara mereka”. (HR. Bukhari).

Rahasia di balik terbukanya pintu surga bagi para penghuninya adalah karena mereka dapat datang dan pergi ke mana saja sesuka mereka. Dan para malaikat akan masuk ke dalam surga setiap waktu dengan penuh sikap ramah dan lembut. Rasulullah bersabda : “Sesungguhnya 70 ribu atau 700 ribu dari umatku masuk surga. Sebagian dari mereka saling berpegangan dengan sebagian yang lain. Yang pertama di antara mereka tidak mau masuk sebelum yang terakhir di antara mereka masuk. Wajah mereka bagaikan bulan purnama dan bintang yang terang benderang di langit”. (H.R Muslim).

MasyaAllah... Semoga kita termasuk yang 70 ribu atau 700 ribu tersebut, dan semoga kita tak hanya  dipertemukan dengan orang- orang yang kita cintai di Dunia ini saja, tapi juga dipertemukan kembali dengan mereka pada Hari Akhir, saat dimana kita bisa saling bergandengan tangan dan berjalan bersama- sama menuju Pintu Surga. Amiin.. Ya Allah, jika kau perlihatkan sedikit saja dari Keindahan Surga, tentu kami akan merasa tidak pantas untuk memasukinya. Namun jika Kau perlihatkan sedikit saja dari siksa neraka, tentu kami akan langsung menjerit dan tak kuasa menahan pedihnya hukumanMu disana.

Pelajaran Berharga dari si Penjual Roti


Suatu hari tampak seorang pemuda tergesa- gesa memasuki sebuah warung makan karena kelaparan sejak pagi belum sarapan. Setelah memesan makanan, seorang anak penjual roti menghampirinya: “Om, beli kue dong Om. Masih hangat dan rasanya enak..!”  ^__^

“Tidak, Dik. Saya sudah memesan makanan tadi”. Jawab si Pemuda menolak. Sambil tersenyum si anak pun berlalu dan menunggu di luar restoran. Melihat si Pemuda telah selesai menyantap makanan, si Anak menghampiri lagi dan menyodorkan kuenya. Si Pemuda sambil beranjak ke kasir hendak membayar makanan berkata, “Tidak Dik, saya sudah kenyang”.

Sambil terus mengikuti Pemuda itu si Anak berkata : “Kuenya bisa dibuat oleh- oleh pulang lho, Om”. Dompet yang belum sempat dimasukkan ke kantong pun akhirnya dibuka kembali. Dan dikeluarkannya selembar uang 5 ribuan kemudian dikasihkan ke penjual roti. “Maaf, saya tidak beli kue. Uang ini anggap saja sebagai sedekah dari saya, Dik”.

Dengan senang hati diterimanya uang itu. Lalu ia bergegas keluar restoran, kemudian memberikan uang pemberian itu kepada Pengemis di seberang jalan. Si Pemuda yang memperhatikan dengan seksama terkejut..!! Ia langsung menegur: “Hai adik kecil, kenapa uangnya diberikan ke orang lain..? Kamu berjualan kan untuk mendapatkan uang. Kenapa setelah kamu mendapat uang malah diberikan ke pengemis itu..?” “Maaf, Om…”. Jangan marah ya..? Ibu saya mengajarkan kepada saya untuk mendapatkan uang dengan cara kerja keras, bukan dengan mengemis. Kue- kue ini dibuat oleh Ibu saya sendiri dan Ibu saya pasti kecewa dan sedih, jika saya mendapatkan uang bukan karena jerih payah saya dalam berjualan. Tadi Om bilang “uang sedekah”, jadi ya saya berikan ke pengemis itu.

Si Pemuda akhirnya merasa takjub dan menganggukkan kepala tanda mengerti, “MasyaAllah… Dik, berapa banyak roti yang kamu bawa..? Saya borong semua untuk oleh- oleh”. Si anak pun lansung menghitung jumlah dagangannya dengan gembira. Sambil menyerahkan uang, si Pemuda berkata : “Terimakasih banyak ya Dik, atas pelajaran hari ini. Tolong sampaikan salam saya untuk Ibu kamu di rumah.
Walaupun si Anak tidak mengerti tentang pelajaran apa yang dikatakan pemuda itu, dengan gembira diterimanya uang itu sambil berkata : “Makasih banyak ya Om. Ibu saya pasti sangat senang kerena jerih payahnya dihargai, dan uang ini pasti sangat bermanfaat bagi kehidupan kami”.

----------
Ya, itulah pelajaran yang bisa kita ambil. Seorang anak dengan kepolosan hatinya menyampaikan Apa yang ia inginkan. Kadang hikmah- hikmah kehidupan tidak dapat kita dapatkan di bangku sekolah, bahkan di bangku kuliah sekalipun. Semuanya justru banyak kita dapatkan dari kehidupan sehari- hari. Seorang anak yang ingin “DIHARGAI”, bukannya ingin “DIKASIHANI”. Karena pasti sangat berbeda antara’menghargai’ dengan ‘mengasihani’. Kalau Engkau ingin dikasihi, maka berikanlah kasih sejati. Dan bukan rasa kasihan, sebab beda sekali antara mengasihi dan mengasihani.

Mengejar Impian itu PENTING, tapi bersyukur itu jauh LEBIH PENTING

Kehidupan mausia yang semakin berkembang menuntut banyak orang tidak hanya sekedar memenuhi “kebutuhan”, tapi juga untuk memenuhi “keinginan”. Saat keinginan kita TAK TERBATAS, sedangkan kemampuan kita begitu TERBATAS tentu hanya kebutuhan atau beberapa keinginan saja yang dapat kita wujudkan. So, Mengejar impian dan keinginan memang PENTING. Namun bersyukur atas apa yang ada adalah jauh LEBIH PENTING.
 
Apa yang Anda rasakan saat Anda jalan kaki, kemudian Anda melihat orang lain yang mengendarai sepeda motor..? Mungkin Anda akan membayangkan : “Andai saya mengendarai sepeda motor, pasti perjalanan akan jauh lebih nikmat dan cepat”. Lalu apa yang Anda rasakan, saat Anda mengendarai motor dengan menerjang hujan yang begitu deras, kemudian Anda melihat orang lain mengendarai mobilnya dengan begitu nyaman..? Mungkin Anda akan membayangkan : “Seandainya saya naik mobil, tentu tidak akan kehujanan dan dapat menikmati perjalanan”.

            Kemudain… Apa yang Anda rasakan saat ditinggalkan oleh orang yang sangat Anda sayangi..? Mungkin Anda akan membayangkan, “Andai dia bersamaku saat ini, tentu aku akan hidup bahagia”.

Oohh………… Tentu betapa menderitanya hidup ini jika kita selalu “melihat ke atas”. Apalagi dalam urusan keduniawian. Kita menjadi pribadi yang GAGAL menikmati sesuatu yang telah kita miliki, karena melihat orang lain memiliki sesuatu yang lebih. Ternyata, saat kita tidak bersyukur dan focus kepada keinginan yang lebih tinggi, sebenarnya kita sedang MENGHILANGKAN kenikmatan yang telah Allah berikan dalam hidup ini. So, kegelisahan pasti akan hadir, saat hati kita BANYAK keinginan tapi SEDIKIT bersyukur. Mengejar impian itu penting. Namun menyukuri apa yang ada itu jauh LEBIH PENTING.

            Maka, memiliki IMPIAN dan BERSYUKUR merupakan 1 paket yang tidak bisa dipisahkan. Seseorang yang memiliki banyak impian, tentu harus memiliki banyak rasa syukur. Tidak masalah jika kita memiliki banyak keingian. Selama keinginan- keinginan itu TIDAK membuat kita gelisah, dan justru dapat membuat kita bahagia, bersemangat, dan lebih mendekatkan kita kepada Allah taala. Namun Apakah kita dapat melakukannya…?

            Jika kita belum sanggup, maka isilah diri kita dengan impian yang SECUKUPNYA. Dengan lebih BANYAK bersyukur. Maka insyaAllah rezeki yang hadir bukan hanya berdasarkan Apa yang kita impikan, tetapi rezeki yang datang akan sesuai dengan Apa yang kita butuhkan. Rezeki yang datang berdasarkan apa yang kita impikan adalah rezeki yang terduga. Sedangkan rezeki yang datang berdasarkan KUALITAS SYUKUR adalah rezeki yang TAK TERDUGA. Maka tak heran, jika rezeki yang datangnya tak terduga adalah rezeki yang LUAR BIASA.

            Jangan menunggu sukses, baru kita bersyukur. Tapi bersyukurlah terlebih dahulu, maka kesuksesan kita akan semakin melesat. Dan jangan menunggu hidup kita bahagia, baru bersyukur. Namun bersyukurlah terlebih dahulu, maka kehidupan yang penuh kebahagiaan akan mendatangi kita. Allah pun berfirman : "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan MENAMBAH (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmatKu), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". (Q.S Ibrahim : 7).

Yang BANYAK dan yang SEDIKIT. Manakah yang Engkau pilih..?

Banyak yang melihat, tapi sedikit yang mendengar. Banyak yang mendengar, tapi sedikit yang sungguh mendengarkan. Banyak yang benar- benar mendengarkan, tapi sedikit yang mempelajarinya dengan baik. Banyak yang belajar dengan baik, tapi sedikit yang mengamalkan apa yang ia pelajari. Banyak yang mengamalkan yang  ia pelajari, tapi hanya sedikit yang mengamalkannya dengan ikhlas.

Ya… Itulah yang sering kita lihat dalam kehidupan ini. Kadang sesuatu yang BENAR justru dianggap tabu. Dan sesuatu yang salah justru dibenarkan. Tak heran jika banyak ulama yang mengatakan : “Inilah Kehidupan Akhir Zaman”. Namun apapun yang terjadi… Tetaplah bergerak pada jalan yang benar, jalan yang diridhoi oleh sang ilahi. Karena Allah tentu tidak akan menghukum hambanya, jika ia melihat kita menjadi orang- orang yang benar yang bergerak menebar kebenaran.

Banyak yang berbicara tentang KEBENARAN, tapi sedikit yang mampu berbicara dengan BENAR. Banyak yang membicarakan orang banyak, tapi sedikit yang mampu berbicara di hadapan orang banyak. Banyak yang BERHATI- HATI ketika berbicara, tapi sedikit yang berbicara dengan SEPENUH HATI. Banyak yang bicara tentang Cinta, tapi sedikit yang tahu apa yang harus dilakukan ketika cinta datang melanda. Telah banyak yang menjalin hubungan percintaan, tapi hanya sedikit yang bertahan sampai jenjang pernikahan.

Banyak perempuan yang merawat dan mempercantik PARASNYA, tapi hanya sedikit yang mau mempercantik AKHLAKNYA. Banyak pula yang ganteng, tapi sedikit yang mampu menundukkan pandangan. Tapi tenang….. Allah telah berfirman, bahwa : “Wanita- wanita yang BAIK adalah untuk laki- laki yang BAIK dan laki- laki yang BAIK adalah untuk wanita- wanita yang BAIK (pula). (Q.S An Nuur: 23.

Banyak yang berbicara tentang TUHAN. Tapi sedikit yang melibatkan TUHAN ketika ia sedang berbicara. Banyak yang bersenang- senang, tapi sedikit yang bersyukur. Banyak yang mengejar DUNIA, tapi sedikit yang mau mengejar PEMILIK DUNIA. Banyak yang menebar pesona tapi sedikit yang menebar manfaat. Banyak yang mencari perhatian, tapi sedikit yang sadar bahwa ia selalu diperhatikan oleh yang Maha Memperhatikan.Telah banyak yang khotam Al Quran, tapi sedikit yang mau mengamalkan ISInya. Nah… Lebih utama yang mana…? Menghafal Qur’an atau Mengamalkan isinya..?  Banyak yang MENGERJAKAN sholat, tapi sedikit yang MENDIRIKAN sholat.

    Telah terbukti… Bahwa yang BANYAK itu belum tentu baik. Maka tidak heran jika rosulullah saw pernah bersabda : “Berbahagialah orang- orang yang SEDIKIT (asing) itu ...”. Lantas kira- kira Anda termasuk yang mana…? Golongan yang banyak, atau yang sedikit..? Hidup adalah pilihan dan kesempatan. PILIHAN untuk melakukan yang terbaik, dan KESEMPATAN untuk menjadikan diri menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang lain.
It’s all come back to you..!!

Segelintir HIBURAN yang justru MENGHANCURKAN

    Jika kita melihat apa yang terjadi sekarang ini… Ternyata banyak sekali orang yang stress dan sakit hati. Banyak yang terlalu “berambisi” dalam mengejar sesuatu yang mereka pendam di hati. Saat kenyataan BERKATA LAIN, mereka pun banyak yang frustasi. Kerena masih kurangnya perasaan ikhlas untuk merelakan apa yang terjadi. Tak heran…. Banyak yang membutuhkan dan mencari HIBURAN. Padahal, “bekerja” itu juga merupakan hiburan. Kita melakukannya dengan sepenuh hati dan kita persembahkan untuk orang- orang yang kita cintai.

    Namun sayang…, tak semua orang bisa menikmati pekerjaan mereka. Maka jangan heran jika sekarang banyak muncul beraneka HIBURAN yang memang benar- benar MENGHIBUR. Seperti sinetron, film, music, dll.  Awalnya memang banyak yang bahagia, tapi pada akhirnya tak sedikit pula yang menjadi duka dan trauma. Sadarkah Anda..? Walaupun film dan sejenisnya merupakan kreativitas sutradara dan teamnya, tapi teryata telah banyak film yang MERASUK dan MARUSAK hati para penontonnya.

    Orang yang sering mendengarkan musik atau menonton film yang bertema kegagalan, kesedihan, kekecewaan, dan berakhir dengan air mata. Maka bersiaplah menerima “kesedihan” berikutnya dari Alam semesta. Tak heran…  jika telah banyak para remaja yang patah hati secara berlebihan, dan akhirnya bunuh diri. Lha dengerin lagunya saja selalu yang bertema “patah hati”. Jadi jangan heran jika hidupnya juga “patah” beneran. Jika kita jeli, ada sebuah group band yang selalu bernyanyi, “Ada apa denganmu….?” Nah, kejadian juga kan. Sekarang ada apa beneran denganmu..?” Ada pula yang sering bernyanyi, “Aku punya teman…, teman sepermainan…”. Nah…!! Apa yang terjadi…? “Temenan” betulan kan…?

    Ironisnya… Banyak pengamen yang mencari nafkah dengan melantunkan lagu- lagu yang bertema kegagalan dan kesedihan. Wah…, jadinya ya sedih terus deh hidupnya tiap hari. “Ingatlah bahwa ucapan adalah DOA”. So, ucapkan dan katakanlah sesuatu yang baik dan berkualitas. Apapun yang terjadi dalam hidup ini pasti ada sebab- akibatnya”. Semua saling berkaitan dan berhubungan satu dengan yang lain. Namun,  kadang kita tidak menyadari apa yang telah dilakukan, dan kita baru sadar setelah ada dampak dan akibat yang terjadi dalam hidup ini.

    Kebahagiaan akan menarik kebahagiaan, dan kesedihan juga akan menarik kesedihan lainnya. So, berhati- hatilah dalam memilih hiburan, perkataan dan perbuatan kita lainnya. Jika menonton film atau mendengarkan music, pilihlah film dan music yang genre nya penuh semangat, motivasi, dan inspiratif. Sehingga dapat memacu dan mengarahkan hidup kita menjadi penuh motivasi pula. Dan cobalah mencari hiburan yang BERBEDA, seperti : berkumpul dengan orang- orang SUKSES, berdiskusi dengan para orang sholih dan ULAMA, ikut majelis dzikir, dll. Itu pasti akan membuka pandangan dan mewarnai kehidupan kita. Dan tidak mungkin ada yang “patah hati” dan bunuh diri dengan hiburan yang “berbeda” tersebut.

Kini ENGKAU sudah Bersahabat dengan DiriMU

    Hari demi hari telah ENGKAU lalui bersama diriMU. Pahit getirnya kehidupan pun telah membuatmu merasakan arti sebuah perjuangan, persahabatan, dan ketaqwaan kepada Tuhan. Alhamdulillah… Kini Engkau sudah mengenal siapa dirimu yang sebenarnya. Kau telah mengetahui potensi dan kemampuanmu. Dan sadar, bahwa ternyata Dunia ini begitu luas sedangkan ilmu dan kemampuan yang Engkau miliki begitu terbatas.

    Allah pun mengujimu setiap saat, untuk memberikan kekuatan dan meminimalkan keterbatasanmu itu. Engkau tak berhak membatasi dirimu dengan berbagai ujian Tuhan. Sebab engkau pasti ingin mencintai Tuhanmu tanpa batas. Dan Tuhan tentu akan membalasmu dengan pahala yang tak terbatas. ALLAH maha BESAR. Itu sebabnya Engkau ingin selalu memBESARkan keangungan Allah, bukannya malah membesar- besarkan masalahmu yang begitu kecil.

    Alhamdulillah…. Sekarang engkau sudah tidak lagi mengucapkan, “Wahai Allah, masalahku sangat besar”. Tapi Engkau sudah mengatakan: “Wahai masalah, Allah itu Maha BESAR”. Engkau sudah biasa memBESARkan keagungan Allah, sehingga masalahmu pun terasa begitu kecil. Engkau pun sudah tidak khawatir dengan berbagai deburan masalah yang membuat pikiranmu tersumbat. Engkau alirkan saja dengan tenang pikiranmu… menerima apa yang ada… dan menyukuri apa pun yang terjadi. Oh… Ternyata hati ini justru jauh lebih tenang dan nyaman…

     Alhamdulillah… Karena jiwamu telah ikhlas dan pasrah dalam menggapai impian. Potensi dan kemampuanmu justru muncul perlahan- lahan, sebab pikiranmu bergerak mengalir lancar seraya menyerap energi, motivasi, dan inspirasi. Engkau pun mengukir daftar impian dalam hati dan Engkau perkenankan impianmu itu terwujud satu demi satu atas kehendak Tuhan. Engkau tak membiarkan impian menyelimuti dirimu, tapi justru Engkaulah yang menyelimuti Impian- impianmu. “Bukankah impian yang tak terselimuti SYUKUR akan melahirkan banyak kegelisahan yang tak TERUKUR..?”

    Ya. Itulah yang dulu sering menggelisahkanmu. “BANYAK keinginan dan SEDIKIT bersyukur”. Semoga Tuhan mengampuni dosa- dosaku dulu. Bagi mu memiliki impian itu PENTING, tapi mensyukuri Apa yang ada pada dirimu itu jauh LEBIH PENTING. Engkau isi saja dirimu secukup impianmu, dan mulai kau bangun impianmu. Itu sebabnya, sekarang Engkau harus BERGERAK. Bergerak dengan cerdas, ikhlas, dan penuh kualitas. Yang kau mau bukanlah sukses dengan bekerja keras, tapi dengan BEKERJA PAS, CERDAS, dan dengan hati yang IKHLAS, yang sesuai dengan bakat, kemampuan, dan impianku.

    Pahit manisnya kehidupanmu adalah hikmah. Jika selama ini Engkau masih bersahabat dengan kemalasan dan kejahatan, mulai sekarang tinggalkanlah mereka. Karena mereka itu adalah MASALAH yang menyebabkan dirimu BERMASALAH. Maka jangan heran jika beraneka ragam masalah pun selalu datang menyelimuti dirimu. Tapi hari ini semua telah BERUBAH..!! Engkau telah sadar… dan yakin...  Bahwa perjalanan hidup yang engkau ALAMI adalah sebuah PENGALAMAN yang indah. Engkau balut dengan keikhlasan, dan kau jadikan pelajaran. Hari ini, bangkitkan Dirimu . Jalan masih panjang dan begitu banyak hal yang engkau raih.

Berperasangka Baik kepada Allah


    Assalamualaikum wr wb, para sahabat.
Alhamdulillah…, setelah sekian lama tidak menulis. Pada kesempatan kali ini kami masih diberi kesempatan untuk berbagi dengan para sahabat semua. Kehidupan manusia memang tak luput dari berbagai masalah yang telah dihadapi, sedang dihadapi, maupun yang akan dihadapi. Dan yakinlah bahwa kesemua masalah itulah yang akan mengubah kita menjadi manusia- manusia yang semakin tangguh. Karena kehidupan adalah proses yang Tuhan berikan untuk menguah kita menjadi insan yang lebih baik.

Beberapa waktu yang lalu, ada sahabat kami yang sedang terlillit masalah yang sangat panjang. Sang suami yang sedang menikmati pekerjaan barunya tba- tiba saja dipecat. Padahal hanya dari pekerjaan itulah merekan menggantungkan hidupnya. Ia pun mempunyai tanggungan istri dan anak- anak yang harus dihidupi setiap harinya. Karena persediaan keuangan sudah tak cukup, ia terpaksa meminjam uang kemana- mana dan akibatnya terikat banyak hutang. Ia merasa benar- benar kebingungan, akhirnya keadaan inilah yang membuat ia “Berperasangka Baik kepada Tuhan”. Ia mulai rajin sholat Tahajud, Dhuha, bersedekah, membersihkan masjid- masjid setiap hari, dll.

Alhamdulillah… Sebulan kemudian datang seseorang yang sedang membutuhkan seorang pegawai. Tanpa berpikir panjang, ia pun menerima permohonan baik dari orang tersebut. “Maka nikmat Tuhan manakah yang Engkau dustakan..?” Kekuatan berbaik sangka saat masalah menimpa, akan mengantarkan Kita kepada harapan luar biasa yang tak terduga. Bahkan Rosulullah pun bersabda: “Aku bersama sangkaan hambaKu kepadaKu”. Jadi jika kita selalu berperasagka baik kepada Allah, maka itulah yang akan terjadi. Karena manusia adalah makhluk yang sangat lemah, sehingga tentu ia harus mempunyai sandaran yang KUAT. Dengan adanya perasaan unruk “berperasangka baik kepada Allah”, tentu kita akan dapat menjalani kehidupan ini dengan mudah, karena setiap masalah pasti ada hikmah. 

    Untuk apa berpikiran negatif, jika kita mampu dan begitu mudah berperasangka positif. Untuk apa berputus asa jika kita bisa menguatkan asa..? Dan untuk apa frustasi, jika dibalik frustasi itu ada banyak nilai prestasi. So, berpikirlah positif. Karena di balik masalah pasti ada peluang. Dan semakin BESAR masalah, semakin BESAR pula peluangnya. Ibarat langit malam yang semakin gelap, maka akan semakin banyak bintang yang terlihat. Jadi jika kita ingin meraih banyak bintang, maka jangan takut menghadapi kegelapan malam (masalah). 

    Semakin sulit suatu kondisi, maka semakin dekat dengan kemudahan. Semakin kita dekat dengan yang maha BESAR, maka semua masalah yang kita hadapi tentu terasa sangat kecil. InsyaAllah… Jangan pernah katakan: “Wahai Allah, masalahku sangat besar. Tapi katakanlah: “Wahai masalah… Allah itu maha BESAR. Maka percayalah… nyali dari para masalah itupun akan langsung menciut lalu akan mudah kita selesaikan.


Memainkan PERAN TERBAIK kita di Dunia

Assalamualaikum wr wb, wahai para sahabat…
Ujian apakah yang sedang melanda dirimu saat ini.? Yang engkau ‘balut’ dengan senyuman.? Dan jika engkau sudah tidak kuasa menahan… Kau curahkan kepada orang- orang terpercaya… Atau melalui berbagai sarana dan media.?

Wahai sahabatku, yang Maha Mencipta berkata : I’ lamuu annamal hayaa tuddun yaa la ‘ibun. “Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan” (Q.S Al Hadiid: 20). Dan SAAT INI… Kita sedang berada dalam sebuah panggung permainan ‘yang nyata’ untuk “Memainkan PERAN TERBAIK kita di Dunia”. Dengan berbagai macam peran yang akan kita mainkan… Berbagai keadaan… Dan dengan segenap penjiwaan yang ada.

“Wa annahu huwa adhaka wa abkaa”. “Dan bahwasannya Dialah yang menjadikan orang tertawa dan menangis (Q.S An Najm: 43). Lantas, adegan apa yang sedang engkau perankan..? Seseorang yang kaya, ataukah seseorang yang miskin..? Kaya jiwa atau harta..? Miskin harta ataukah miskin batin..? Menjadi seorang insan yang penuh duka ataukah seorang hamba yang senantiasa ceria dan bahagia.? 
Suatu ketika peran yang Engkau mainkan pasti akan memaksamu untuk ‘menangis’. Dan di saat yang lain juga akan memaksamu untuk tersenyum, dan pada saat engkau tersenyum bahagia, Dunia pun seolah akan penuh warna dan langit akan terlihat mempesona. Itulah bukti keagungan KUASANYA… Subhanallah, walhamdulillah, walaa ilaa ha ilallah, wallahu akbar…

Karena itu sahabatku… Mainkanlah peranmu dengan penuh kesabaran. Dan jangan meninggalkan sholat, niscaya engkau akan selalu diberi kemudahan. Sebagaimana Rosulullah bersabda : “Luangkan waktu untuk beribadah kepada-Ku, niscaya Aku penuhi dadamu dengan kekayaan dan Aku menghindarkan kamu dari kemelaratan”. (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah). Ikutilah sunah- sunahnya, agar peran yang Engkau maikan selalu berada dalam arah yang benar, sehingga pasti akan membuat sang Maha Pencipta senang. Karena engkau mampu memainkan peranmu dengan baik.

“Laa tahzan walaa takhaaf”. Janganlah sedih dan janganlah takut. Karena sang Maha Kuasa berbisik lembut dalam Qolbumu : “Maa wadda ‘aka rabbuka wamaa qalaa”. “Tuhanmu tidak meninggalkanmu dan tidak pula membencimu (Q.S Ad Dhuha: 3). Di saat kita terpuruk dalam kesedihan yang mendalam, ia pun memberikan motivasi yang luar biasa kepada kita : “Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang- orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman”. (Q.S Ali Imran: 139).

Tetap siagalah… Agar engkau tidak terpedaya dengan bujuk rayuan Setan yang penuh tipuan. Karena sungguh setiap peran yang engkau mainkan akan selalu diperhatikan dengan cermat dan penuh perhitungan. Jika engkau mengalami kesulitan dalam menghadapi berbagai macam peran yang melelahkan, maka DEKATI lah Dia... Bukankah dengan sifat Maha Penyayangnya engkau sebut dia ‘Yang Tersayang’. Dan bukankah dengan sifat Maha Pengasihnya engkau sebut dia ‘Yang Terkasih.?’ Lantas, mengadulah pada kekasihmu. Dia pasti akan menguatkan jiwa dan menentramkan Qolbumu. Karena dia adalah sebaik- baiknya pelindung dan penolong yang engkau miliki. Percayakan semua masalahmu kepadaNya. Kemudian rasakan lah Apa yang akan terjadi…

Jika engkau lelah dengan hiruk pikuk kesibukan Dunia pada siang hari, maka menepilah. “Qumill lailaa”, Bangunlah untuk shalat malam (Q.S Al Muzaammil: 2). “Karena bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyuk) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan” (Q.S Al Muzaammil: 6). Shalatlah dengan penuh rasa cinta dan kerinduan, seperti jika engkau akan menemui Kekasihmu. Kemudian “warattilil qur’aana tartiilaa”. Bacalah Qur’an itu dengan perlahan- lahan (Q.S Al Muzaammil: 4). Maka engkau pasti akan merasa jauh lebih tenang… Curahkan semua apa yang ada di hatimu dengan pilu dan dengan tangisan yang syahdu. Karena sesungguhnya ia adalah sebaik- baiknya pendengar. Dan berdoalah dengan penuh harapan agar ia berkenan untuk mengabulkan.

“Iyya kana’budu wa iyya kanasta’in. Ih dinasira talmustaqim. Sira taladzi na’an’am ta alaihim. Ghairil maghduu bi alaihim walad dhalliin. Amiin…”. Ya Allah,  hanya kepadaMu lah kami menyembah dan hanya kepadaMu lah kami mohon pertolongan. Tunjukkanlah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang- orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat. (Q.S Al Fatikhah: 5- 7). Amiin….

Apa yang DIUSAHAKAN sebanding dengan yang DIDAPATKAN

Hidup adalah permainan, tapi hidup bukan untuk main- main. Banyak yang meraih kemenangan dan mendapatkan sebagian besar harapan yang ia inginkan, tapi banyak pula yang mengalami kekalahan karena dikuasai oleh sikap lemah dan keluh kesah dalam menjalani kehidupan. Namun semua tidak ada yang sia- sia. Dibalik setiap peristiwa selalu ada hikmah yang luar biasa. Dalam permainan yang “nyata”, setiap individu berhak memilih peran apa yang ingin dimainkannya. 

Di sisi lain, Allah SWT pun telah mempersiapkan takdir dan pilihan yang terbaik untuk kita dan para hamba Allah yang lainnya. Yang penting tugas kita adalah : memainkan peran  kita dengan baik. Dan untuk menjadi yang terbaik, tentu membutuhkan perjuangan yang baik pula. Perjuangan yang luar biasa dengan tawakal yang istimewa. Bukan perjuangan yang biasa dan banyak leha- leha.  

Tak dapat dipungkiri,  bahwa di era yang serba INSTAN ini telah membuat kita menjadi orang yang terlena. Selalu ingin berusaha dengan usaha dan tawakkal yang kecil, tapi ingin mendapatkan hasil yang BESAR.  Mungkin Anda masih ingat tentang “prinsip ekonomi” yang mengatakan bahwa: “Dengan modal yang sekecil mungkin harus menghasilkan keuntungan yang SEBESAR mungkin”.  Lalu waktu pun membuktikan bahwa prinsip ekonomi yang INSTAN tersebut kini sudah tidak berlaku lagi. Sebab unsur kezaliman akan menjadi sulit dihindari. Karena akan mendorong manusia untuk menghalalkan berbagai macam cara, agar mendapatkan keuntungan.

Apalagi dalam urusan ibadah… Sangat tidak cocok saat kita berprinsip, “Dengan ibadah sekecil mungkin, maka akan menghasilkan pahala SEBESAR mungkin”. Maka ini akan sangat tidak seimbang. Padahal, jika kita ingin pahala yang BESAR maka kita pun harus meraihnya dengan perjuangan yang BESAR pula. Suatu harapan BESAR selalu 1 paket dengan ujian dan cobaan- cobaan yang BESAR pula. Ibarat kita ingin menjadi pelaut yang ulung, maka harus berani berlayar di ganasnya lautan yang penuh deburan.

Manusia itu ibarat “batu marmer”. Batu marmer yang diproses dengan mudah dan cepat atau INSTAN, maka hanya akan menjadi lantai keramik yang mempunyai manfaat begitu kecil, tipis, mudah rusak, dan hanya akan diinjak- injak oleh banyak orang. Lain halnya jika batu marmer itu diproses dengan tahapan yang sulit, dipanaskan, diukir, dan dipahat agar menjadi patung marmer yang indah. Prosesnya memang sangat sulit dan sakit. Namun kelak setelah menjadi patung, pasti akan tampil menawan dan membahagiaan banyak orang yang memandang.

So, menurut kami… “Apa yang DIUSAHAKAN itu akan sebanding dengan yang DIDAPATKAN”. “Perbaikilah usaha (ikhtiarmu), niscaya doamu dikabulkan”. (H.R Thabrani). Allah Maha Melihat, dan ia PASTI melihat usaha dan tawakal yang telah hambanya lakukan. Orang yang yang gigih berusaha insyaAllah akan mendapatkan Apa yang ia usahakan. Dan kebahagiaan itu bukan terdapat pada hasil yang kita dapatkan. Namun lebih ke usaha dan adanya niat untuk selalu BERGERAK dalam mencapai tujuan yang kita harapkan. InsyaAllah…
Success is a JOURNEY, not a destination.

Melakukan “sesuatu” yang “sesuai” dengan Harapan

Apa yang akan Kita lakukan ketika Kita ingin pandai bermain Basket? Tentu saja Kita akan latihan bermain basket bukan..? Tidak mungkin kita ingin mahir bermain basket tapi justru latihan bermain pimpong. Ga nyambung kan…

Apa yang Kita lakukan jika ingin mendapatkan PASANGAN HIDUP yang sholihah? Tentu saja mulai hari ini Kita harus berlatih bergaul bersama orang- orang yang sholih, dan kita pun harus meningkatkan kesholihan pribadi kita. Seperti firman Allah dalam QS An Nuur 26 : “dan wanita- wanita yang baik adalah untuk laki- laki yang baik dan laki- laki yang baik adalah untuk wanita- wanita yang baik (pula)”.

Apa yang kita lakukan jika ingin menjadi orang yang DISENANGI oleh masyarakat? Tentu saja kita harus mulai berlatih menyenangi diri sendiri dan menjadikan Allah senang dengan apa yang kita lakukan. Maka jika kita sudah senang dan bersyukur dengan apa yang kita miliki, maka Allah akan menambahkan nikmatNya ke dalam kehidupan kita. Sebagai mana firman Allah: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmatKu), maka sesungguhnya azabKu sangat pedih." (Q.S Ibrahim: 7). Dan jika Allah sudah menyayangi kita, maka tentu saja orang- orang beriman yang ada di sekitar kita pun pasti akan menyayangi Kita.

Apa yang kita lakukan agar kita bisa menjadi orang Kaya? Tentu saja mulai hari ini Kita harus berlatih menjadi orang kaya. Berlatih SEDEKAH dan menebar harta kita pada orang yang tepat. Belajarlah berinvestasi. Belajarlah berbicara dengan tegas sebagaimana orang kaya berbicara. Belajarlah tampil wangi memesona. Belajarlah MEMBANTU dan BERBAGI. Bahkan belajarlah mentraktir teman- teman Kita. Berlatihlah menjadi orang kaya, sehingga jika kita sudah pantas menjadi orang kaya, maka insya Allah kekayaan itu akan kembali kepada Kita dalam jumlah yang berlipat- lipat. 

Apa yang kita lakukan jika ingin masuk syurga? Tentu saja Kita mulai hari ini harus berlatih menjadi AHLI SURGA. Seperti mengucapkan salam ketika bertemu, bertutur kata yang sopan, saling menyayangi, memberikan senyuman terbaik kita, hidup berbahagia, bersukur kepada Allah, dan tidak pernah mengeluh. Karena penghuni syurga tidak mungkin mengeluh dan cemberut *_*.

So, jika kta ingin menjadi pibadi yang baik, lakukanlah “sesuatu” yang “sesuai” dengan harapan kita. Jika ingin BAHAGIA beranilah MEMEBERI. Jika ingin KAYA beranilah SEDEKAH. Dan jika ingin menjadi AHLI SURGA, beranilah BERAMAL dengan IKHLAS. Ingin mendapatkan yang TERBAIK, maka juga harus melakukan apapun yang terbaik.

Memandang Kehidupan dengan CARA yang INDAH

Tiada mawar yang tak berduri. Ada bunga yang indah, maka ada pula duri yang tajam. Tapi lihatlah bunganya, jangan durinya. Fokuslah pada bunganya maka kita akan merasakan indah, nyaman, dan aroma yang harum semerbak. Namun jika kita fokus pada durinya, yang akan terasa adalah : tajam, berdarah, infeksi, amputasi, dan mati. Duri bukan untuk mengurangi keindahan yang ada, tapi untuk melindungi keindahan sang mawar agar tetap berharga.

Sama halnya dengan kehidupan… Untuk mendapatkan dan merasakan kebahagiaan, kadang kita memang harus melalui berbagai cobaan dan ujian yang Tuhan berikan. Karena kebahagian atau kesuksesan yang BESAR, selalu satu paket dengan ujian- ujian dan usaha yang BESAR pula. Seperti halnya INTAN tidak dapat diasah TANPA GESEKAN. EMAS tidak dapat dimurnikan TANPA API. Dan BERLIAN tidak dapat disucikan tanpa GESEKAN DAN API. Itulah cara kehidupan yang dapat mengubah sesuatu menjadi jauh lebih baik. Dan untuk menjadi orang yang BAIK, itu melewati proses rintangan yang tidak mudah.  Dan dengan bekal  pengalaman itulah, hidup kita akan menjadi JAUH LEBIH BAIK.

 Yakinlah… bahwa hidup ini tidak dihadirkan untuk menjadikan kita sulit, tapi hidup ini untuk mewujudkan keinginan dan harapan kita. Selama kita bisa istiqomah melihat bunga mawar yang indah, maka kita bisa melupakan duri- durinya. Lihatlah BUNGA kehidupan yang indah bermekaran, maka hidup kita pun akan terasa indah. Namun, jika kita melihat DURI kehidupan yang pedih, maka hidup kita pun tentu akan terasa susah. ‘You is what you THINK’. Engkau adalah apa yang Engkau pikirkan. Maka biasakanlah berpikiran yang BAIK. Agar apa yang kita dapatkan dan lakukan selalu terarah pada KEBAIKAN.

Berpikir baik dapat mendatangkan kebaikan, sedangkan berpikir buruk juga akan mendatangkan keburukan. Maka sebenarnya bukan kehidupan kita yang salah. Tapi CARA PANDANG kita tentang kehidupan yang harus dibetulkan. Jika kita melihat KESULITAN hidup yang terus hadir, maka kesulitan itu akan kembali kepada kita. Namun jika kita melihat KEINDAHAN dalam hidup ini, maka kehidupan kita pun akan semakin indah.

Jangan pernah menunggu hadirnya sesuatu yang indah baru kita merasa bahagia, tapi BERBAHAGIALAH terlebih dahulu maka kehidupan yang indah akan selalu hadir dalam hidup kita. Dan orang- orang yang BAHAGIA itu adaah orang yang menikmati setiap proses kehidupan ini dengan HATI yang BAHAGIA pula. So, mulai hari ini “Pandanglah Kehidupan dengan CARA yang INDAH”. Yakinlah sepenuhnya bahwa kesulitan dihadirkan bukan untuk mempersulit kehidupan kita. Namun untuk meningkatkan kualitas hidup kita agar selalu dibingkai oleh keimanan dan ketaqwaan kepada Allah taala. Dan setelah kesulitan itu pasti datang kemudahan. “Fa innama al usri yusroo”. Ya, dan dengan masalah itulah akan membuat kita lebih berTAHAN dan berTUHAN.

PRODUK GELANG KESEHATAN HERBAL - KLIK DISINI