Apa yang DIUSAHAKAN sebanding dengan yang DIDAPATKAN

Hidup adalah permainan, tapi hidup bukan untuk main- main. Banyak yang meraih kemenangan dan mendapatkan sebagian besar harapan yang ia inginkan, tapi banyak pula yang mengalami kekalahan karena dikuasai oleh sikap lemah dan keluh kesah dalam menjalani kehidupan. Namun semua tidak ada yang sia- sia. Dibalik setiap peristiwa selalu ada hikmah yang luar biasa. Dalam permainan yang “nyata”, setiap individu berhak memilih peran apa yang ingin dimainkannya. 

Di sisi lain, Allah SWT pun telah mempersiapkan takdir dan pilihan yang terbaik untuk kita dan para hamba Allah yang lainnya. Yang penting tugas kita adalah : memainkan peran  kita dengan baik. Dan untuk menjadi yang terbaik, tentu membutuhkan perjuangan yang baik pula. Perjuangan yang luar biasa dengan tawakal yang istimewa. Bukan perjuangan yang biasa dan banyak leha- leha.  

Tak dapat dipungkiri,  bahwa di era yang serba INSTAN ini telah membuat kita menjadi orang yang terlena. Selalu ingin berusaha dengan usaha dan tawakkal yang kecil, tapi ingin mendapatkan hasil yang BESAR.  Mungkin Anda masih ingat tentang “prinsip ekonomi” yang mengatakan bahwa: “Dengan modal yang sekecil mungkin harus menghasilkan keuntungan yang SEBESAR mungkin”.  Lalu waktu pun membuktikan bahwa prinsip ekonomi yang INSTAN tersebut kini sudah tidak berlaku lagi. Sebab unsur kezaliman akan menjadi sulit dihindari. Karena akan mendorong manusia untuk menghalalkan berbagai macam cara, agar mendapatkan keuntungan.

Apalagi dalam urusan ibadah… Sangat tidak cocok saat kita berprinsip, “Dengan ibadah sekecil mungkin, maka akan menghasilkan pahala SEBESAR mungkin”. Maka ini akan sangat tidak seimbang. Padahal, jika kita ingin pahala yang BESAR maka kita pun harus meraihnya dengan perjuangan yang BESAR pula. Suatu harapan BESAR selalu 1 paket dengan ujian dan cobaan- cobaan yang BESAR pula. Ibarat kita ingin menjadi pelaut yang ulung, maka harus berani berlayar di ganasnya lautan yang penuh deburan.

Manusia itu ibarat “batu marmer”. Batu marmer yang diproses dengan mudah dan cepat atau INSTAN, maka hanya akan menjadi lantai keramik yang mempunyai manfaat begitu kecil, tipis, mudah rusak, dan hanya akan diinjak- injak oleh banyak orang. Lain halnya jika batu marmer itu diproses dengan tahapan yang sulit, dipanaskan, diukir, dan dipahat agar menjadi patung marmer yang indah. Prosesnya memang sangat sulit dan sakit. Namun kelak setelah menjadi patung, pasti akan tampil menawan dan membahagiaan banyak orang yang memandang.

So, menurut kami… “Apa yang DIUSAHAKAN itu akan sebanding dengan yang DIDAPATKAN”. “Perbaikilah usaha (ikhtiarmu), niscaya doamu dikabulkan”. (H.R Thabrani). Allah Maha Melihat, dan ia PASTI melihat usaha dan tawakal yang telah hambanya lakukan. Orang yang yang gigih berusaha insyaAllah akan mendapatkan Apa yang ia usahakan. Dan kebahagiaan itu bukan terdapat pada hasil yang kita dapatkan. Namun lebih ke usaha dan adanya niat untuk selalu BERGERAK dalam mencapai tujuan yang kita harapkan. InsyaAllah…
Success is a JOURNEY, not a destination.

PRODUK GELANG KESEHATAN HERBAL - KLIK DISINI