Menggapai Pertolongan Allah dengan BerDOA

Tidak dapat dipungkuri, bahwa kelemahan dan keterbatasan yang dimiliki manusia membuat mereka membutuhkan kekuatan dan kemudahan untuk menjalani kehidupan dengan berbagai macam permasalahan yang ada. Sudah tak terhitung…, betapa banyak tetesan air mata yang mengalir  dalam setiap untaian doa yang diucapkan. Rosulullah pun bersabda : “Obatilah orang- orang yang sakit dengan shodaqoh, bentengilah harta kalian dengan zakat, dan tolaklah bencana dengan BERDOA”(H.R Baihaqi).

Banyak doa pun telah kita panjatkan kepada Allah swt. Namun sayang….
Kebanyakan manusia hanya berdoa saat KESULITAN menimpanya. Mereka cenderung berdekat- dekatan, menangis, mengadu, dan berdoa kepada Allah tatkala mengalami kesedihan. Dan setelah semua kesedihan dan kesulitan itu selesai, kita langsung melupakan NYA begitu saja. Padahal Allah tak henti- hentinya memberikan kasih sayang kepada kita setiap hari.

Dikatakan dalam hadits qudsi, Bermohonlah kepada Robbmu di saat kamu senang (bahagia). "Barangsiapa berdo'a (memohon) kepadaKu di waktu dia SENANG (bahagia) maka Aku akan mengabulkan doanya di waktu dia dalam kesulitan, dan barangsiapa memohon maka Aku kabulkan dan barangsiapa rendah diri kepadaKu maka aku angkat derajatnya, dan barangsiapa mohon kepadaKu dengan rendah diri maka Aku merahmatinya dan barangsiapa mohon pengampunanKu maka Aku ampuni dosa- dosanya."
DOA ibarat bahan bakar yang akan membantu kita untuk menjalani hidup ini. Jika kita hanya berdoa saat sedang susah, sama saja kita mengisi bahan bakar kendaraan kita setelah kita mendorongnya cukup jauh lantaran kehabisan bahan bakar. Tentu kita akan kelelahan dan sangat tidak baik untuk kendaraan kita.

Dalam setiap shalat pun kita tentu membaca Q.S Al Fatikhah, dimana dalam ayat ke 5 dikatakan: “Hanya kepadaMu lah kami menyembah, dan hanya kepadaMu lah kami memohon pertolongan”. Sudah jelas, bahwa sebelum berdoa atau memohon pertolonganNya kita harus BERIBADAH terlebih dahulu. Karena kualitas doa kita akan tergantung dari kualitas ibadah yang telah kita lakukan. Maka jangan heran, jika doa kita dari dulu belum dikabulkan, lantaran kualitas ibadah kita yang masih minim. Sholat masih jarang, puasa belum rutin, sedekah masih tambal sulam, dll.

Kadang Allah memberikan pertolonganNya melalui perantara orang lain yang sama sekali diluar perkiraan kita. Maka bantulah saudara- saudara kita yang sedang dalam kesusahan. Karena melalui merekalah pertolongan Allah akan datang. Sebagaimana rosulullah bersabda : “Barangsiapa ingin agar doanya TERKABUL dan kesulitan- kesulitannya teratasi, hendaklah dia MENOLONG orang yang dalam kesempitan”. (HR. Ahmad)

DOA bukan sekadar untaian kata- kata. Namun doa adalah PERBUATAN. Maka jika selama ini kita telah melebihkan doa kita, mulai sekarang kita harus meningkatkan kualitas usaha dan ibadah kita, tanpa mengurangi doa. Sebagaimana rosulullah bersabda:  “Perbaikilah usaha (ikhiarmu), niscaya doamu dikabulkan”. (H.R Thabrani).

Lantas, bagaimana dengan Anda..? Sudahkan Anda memperbaiki kualitas usaha dan ibadah Anda..? Allah berfirman: “Berdoalah kepadaKu, niscaya akan Ku kabulkan. (QS Al Mu’min).  “Tiada seorang berdoa kepada Allah dengan suatu doa, kecuali dikabulkanNya, dan dia memperoleh salah satu dari 3 hal, yaitu dipercepat terkabul doa baginya di dunia, disimpan untuknya sampai di akhirat, atau diganti dengan mencegahnya dari musibah (bencana) yang serupa. (HR. Ath-Thabrani).

PRODUK GELANG KESEHATAN HERBAL - KLIK DISINI