Kenikmatan Surga yang Sesungguhnya


Rosulullah bersabda, bahwa Allah berfirman: Aku sediakan untuk hamba- hambaKu yang shalih sesuatu yang belum pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga, dan tidak terbesit dalam hati manusia. Bukti kebenaran itu terdapat dalam Alquran. Seorang pun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyenangkan pandangan mata, sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. (H.R Bukhari Muslim). Apakah kenikmatan yang dimaksud..? Itu ialah Surga.

Surga adalah suatu tempat berwarna hijau tua, dimana di dalamnya terdapat 2 buah mata air yang mengalir (Salsabil dan Kafur). Terdapat segala macam buah- buahan yang berpasangan, yang bertelekan di atas permadani yang sebelah dalamnya dari sutera. Di dalamnya ada banyak bidadari yang akhlaknya baik- baik, sopan menundukkan pandangannya, bermata jeli, putih bersih, dipingit dalam rumah, dan tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka dan tidak pula oleh bangsa Jin. Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan. Mereka bertelekan pada bantal- bantal hijau dan permadani- permadani yang sangat indah. (Q.S Ar Rahmaan 46- 77).

Diceritakan pula bahwa seorang hur (bidadari) akan mengenakan 70 pakaian. Sekalipun begitu, betis mereka tetap dapat dilihat. Tubuh mereka berkilauan laksana gemerlap merah delima. Abdullah bin Mas’ud berkata, bahwa ia mendengar Rosulullah saw bersabda: ‘Cahaya akan bersinar di surga dan orang-orang akan bertanya-tanya. Apakah gerangan itu?’ Akan dikatakan kepada mereka, bahwa cahaya itu memancar dari gigi seorang bidadari yang sedang tertawa manis sambil duduk di hadapan suaminya. MasyaAllah… Bisakah Anda membayangkan bagaimana kecantikannya?.

Para penghuni Surga diberi nama hur al-‘ain. Hur : artinya warna yang terang, dan ‘ain : artinya kehitaman. Karena hitamnya mata mereka akan benar-benar hitam. Dan kulit mereka itu terang (putih jernih). Rosullullah saw bersabda: Sesungguhnya rombongan yang pertama kali memasuki surga itu bagaikan bulan purnama, kemudian rombongan berikutnya seperti bintang yang terang-benderang di langit. Masing-masing mereka berpasangan 2 orang yang sumsum betisnya terlihat dari dalam daging, dan di dalam surga tidak ada seorang pun yang tidak berpasangan. (HR Bukhari Muslim).

”Mereka dikelilingi oleh pelayan- pelayan muda, yang tetap muda. Apabila kamu melihat mereka, kamu akan mengira mereka mutiara yang bertaburan. Dan apabila kamu melihat Surga, niscaya kamu akan melihat berbagai macam kenikmatan dan kerajaan yang besar”. (Q.S Al Insaan 19- 20). Sebuah mahkota kebesaran akan dikenakan di atas kepalanya, dan baginya disediakan 70 ribu jenis pakaian yang berhiaskan mutiara dan permata. Jika salah satunya di perlihatkan kepada penghuni dunia ini, maka mereka tidak akan sanggup menahan keharumannya.

Disebutkan dalam as-Shohihain (Riwayat Bukhori dan Muslim) : “Jibril membawaku (Nabi Muhammad saw) pergi hingga berhenti di Sidrotil Muntaha, maka Sidrotil Muntaha itu diliputi warna-warni yang aku sendiri tidak mengetahui apa itu. Lalu beliau bersabda, “Kemudian aku masuk ke dalam surga dan ternyata di dalamnya bertahtakan mutiara. Tanahnya dari misik yang terbaik, pasirnya dari intan dan mutiara, serta debunya dari Za’faran”.

MasyaAllah… Menabjubkan sekali bukan,? Itulah sedikit gambaran, dari sekian banyak kenikmatan Surga yang telah dijanjikan Allah.

Tapi sebenarnya bukan itu kenikmatan yang sebenarnya. 'Kenikmatan Syurga yang sebenarnya’ adalah : ‘Saat kita bisa melihat Allah secara langsung’. Ini adalah sebuah kehormatan yg maha besar, karena para nabi pun ketika di dunia tidak memiliki kesanggupan memandang wajah Allah Azza wa Jalla. Allah yang menciptakan kita, keindahan Surga, dan Kecantikan bidadari yang ada didalamnya. Zat yang Maha Indah lagi Maha Mulia dari segalanya. Dengan melihat Allah, berarti kita telah melihat suatu keindahan dan kenikmatan yang tiada tara, itulah ‘Kenikmatan Surga yang Sesungguhnya’.

Namun, kenikmatan yang satu ini justru sedikit ‘disamarkan’ dalam Al Qur’an. Mengapa.? Karena Allah tahu, bahwa manusia lebih cenderung mengejar ego/ hawa nafsunya, sehingga di Al Quran disebutkan bahwa kenikmatan Syurga adalah banyaknya bidadari, terdapat sungai- sungai yang mengalir, ada permadani- permadani yang sgt indah, dll.

Itu semua sebagai ‘iming- iming’ dan motivasi untuk memancing manusia agar mereka dapat lebih bersemangat dalam beribadah kepada Allah. Kenikmatan tersebut tetap ada dan diberikan, tapi kenikmatan yang sesungguhnya jauh lebih besar daripada itu, yaitu : ‘Saat kita bisa melihat Allah secara langsung’.

Dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah pernah ditanya seseorang : “Wahai Rasulullah, apakah kita bisa memandang Rabb ?” Beliau menjawab: “Apakah ada yang menghalangi pandangan kalian terhadap rembulan pada malam purnama ketika tidak terhalang awan?”. “Tidak”. Jawab orang itu. Beliau bersabda: “Begitu pula kalian memandangNya pada hari Kiamat”.

Dari Abu Hurairoh ra, bahwa Rasulullah bersabda : ‘Perbanyaklah meminta surga kepada Allah dan mintalah perlindungan kepadaNya dari neraka. Karena keduanya bisa member syafaat (pertolongan) dan permohonan syafa‘atnya diterima. Sesungguhnya jika seorang hamba memperbanyak meminta surga kepada Allah, maka surga berkata: "Ya Tuhanku, hambaMu ini memintaku kepadaMu, maka tempatkanlah ia didalamku". Dan neraka berkata, "Ya Tuhanku, hambaMu ini meminta perlindungan kepadaMu daripadaku, maka lindungilah ia daripadaku”.

Semoga artikel ini dapat menguak rahasia- rahasia ilmu Allah yang belum terungkap. Memberikan pandangan lebih luas kepada kita dalam menyikapi dan menjalani kehidupan. Membuat kita menjadi orang- orang yg berpikir cerdas, yang tak hanya mengejar urusan Dunia saja. Namun juga menggapai urusan Akhirat. Amiin..

PRODUK GELANG KESEHATAN HERBAL - KLIK DISINI